Selasa, 08 April 2014

Rapid Convenience Assesment (RCA)

RCA adalah format yang digunakan untuk kegiatan evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan imunisasi. Bertujuan untuk mengetahui hasil ataupun proses kegiatan bila dibandingkan dengan target yang ditetapkan.
RCA adalah alat untuk membantu mengidentifikasi anak-anak yang tidak mengikuti vaksinasi selama kampanye tetapi tidak digunakan untuk mengukur cakupan imunisasi. Pengamat atau pihak yang melakukan RCA harus mengidentifikasi dengan cara menanyakan kepada masyarakat secara langsung  terutama di daerah terpencil yang jauh dari situs vaksinasi, kelompok sosial terpisah, anak jalanan, anak yang bekerja di perusahaan-perusahaan kecil atau pasar, dll (Japanease Echephalitis Campaign, 2006).
RCA adalah cara penilaian cepat yang dikenalkan oleh Schrimshaw SCM & Hurtado (1992) untuk memperoleh informasi yang mendalam tentang hal apa saja yang melatar belakangi perilaku kesehatan masyarakat termasuk faktor sosial budaya dalam waktu yang relatif singkat.
Teknik pengumpulan data yang umunya digunakan pada RCA adalah wawancara mendalam (Indepth Interview) yang dilakukan pada perorangan. Informasi yang didapatkan dari penelitian ini berupa kata-kata yang di intepretasikan maknanya melalui Content Analysis.
RCA umumnya dimanfaatkan:
1) Sebagai alat untuk menggali gagasan dengan cara mengamati langsung interaksi antara masyarakat sasaran dengan produk pelayanan kesehatan, dengan:
a.membicarakan kebiasaan atau mendengar bahasa mereka tentang suatu masalah
b.Menjajagi penerimaan masyarakat sasaran terhadap gagasan baru atau pesan dalam bentuk visual ataupun verbal, misal : media, kemasan gambar atau bahasa
c. Mengkaji perilaku kesehatan yang relatif belum diketahui untuk dipelajari melalui penelitian lanjutan.

2) Sebagai langkah awal pengembangan penelitian:
a.Mengembangkan hipotesa tentang pemikiran dan proses pengambilan keputusan masyarakat sasaran tentang kebiasaan atau masalah kesehatan yang sedang diteliti.
b.Merinci informasi pokok yang diperlukan penelitian.
c.Mengidentifikasi siapa yang perlu menjadi responden.
d.Membantu penyusunan form pertanyaan dan urutannya, kemudian melakukan pelatihan dan ujicoba.
e.Membuat inform consent
f.Mengidentifikasi masalah dan rumusannya.

3) Sebagai cara untuk memahami hasil penelitian lanjutan:
a.Menerangkan, memperluas dan memperjelas data.
b.Memahami penyebab suatu kecenderungan.
c.Menggambarkan faktor yang mempengaruhi perubahan sikap.

4)Sebagai metode pengumpulan data

RCA dilaksanakan untuk saling melengkapi dan verifikasi data baik kuantitatif maupun kualitatif, dimana terdapat tahapan sebagai berikut:
1)        Menyusun rancangan studia.
a.Rancangan studi disusun mulai dari latar belakang dengan penekanan pada ’mengapa dan bagaimana’.
b.Melakukan studi kepustakaan, menetapkan metode yang digunakan termasuk pemilihan instrumen untuk pengumpulan data.
c.Menyusun rencana jadwal pelaksanaan termasuk pengumpulan data, manajemen dan analisis data.
d.Memilih daerah penelitian dengan memperhatikan kondisi geografis, kebutuhan biaya untuk itu, waktu dan tenaga yang diperlukan pada kondisi yang seperti itu.
e.Memilih dan memanfaatkan informan yang ada.
2)    Kesiapan Logistik.
a. Mengurus ijin pelaksanaan penelitian sebagai salah satu bentuk etika penelitian.
b.Surat pemberitahuan pelaksanaan RCA sebagai persiapan di daerah penelitian, penting untuk dilakukan
c.Apa yang harus dipersiapkan di daerah penelitian, peran tim daerah dan apa yang jadi tanggung jawab tim assessment, populasi dan sampel terpilih, sebaiknya dideskripsikan dengan jelas
d.Pendeskripsian berkaitan dengan hal apa yang disiapkan dan menjadi tanggung jawab baik oleh daerah penelitian dan oleh tim RCA sangat diperlukan sehingga ada pembagian tugas yang jelas.
e.Panduan teknis dalam pelaksanaan RAP diperlukan karena tim terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian.
3)    Penyusunan Tim RAP
       a.Memilih orang yang tepat yaitu sesuai keahlian dalam metodologi dan substansi tertentu dan sesuai dengan tujuan serta kemampuan dalam kerja tim. Umumnya terdiri dari ahli kesehatan masyarakat, sosiolog, antropolog, psikolog dan keahlian lain yang diperlukan
       b.Leadership ketua tim amat penting
c.Supervisor yang peka, mampu dan bijaksana dan dapat melihat masalah serta mampu mengarahkan.
       d.Pelatihan dan ujicoba form pertanyaan oleh tim RCA

      Dalam melaksanakan RCA digunakan beberapa teknik pengumpulan data yang saling menunjang satu dengan yang lain, yaitu :
1) Telaah informasi yang ada, termasuk data sekunder
2) Observasi (partisipatif dan non partisipatif)
3) Wawancara mendalam
4) Diskusi kelompok (non FGD)
5) Fokus grup diskusi

1 komentar:

  1. Terima kasih, informasi ttg pelaksanaan RCA. mengetahui kualitas cakupan imunisasi.

    BalasHapus