RCA adalah format yang
digunakan untuk kegiatan evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan imunisasi.
Bertujuan untuk mengetahui hasil ataupun proses kegiatan bila dibandingkan
dengan target yang ditetapkan.
RCA adalah alat untuk
membantu mengidentifikasi anak-anak yang tidak mengikuti vaksinasi
selama kampanye
tetapi tidak digunakan untuk mengukur cakupan imunisasi. Pengamat atau pihak
yang melakukan RCA harus mengidentifikasi dengan cara menanyakan kepada masyarakat secara langsung terutama di daerah terpencil yang jauh dari
situs vaksinasi, kelompok sosial terpisah, anak jalanan, anak yang bekerja di
perusahaan-perusahaan kecil atau pasar, dll (Japanease
Echephalitis Campaign, 2006).
RCA
adalah cara penilaian cepat yang dikenalkan oleh Schrimshaw SCM & Hurtado
(1992) untuk memperoleh informasi yang mendalam tentang hal apa saja yang
melatar belakangi perilaku kesehatan masyarakat termasuk faktor sosial budaya
dalam waktu yang relatif singkat.
Teknik pengumpulan data yang umunya digunakan pada
RCA adalah wawancara mendalam (Indepth Interview) yang dilakukan pada
perorangan. Informasi yang didapatkan dari penelitian ini berupa kata-kata yang
di intepretasikan maknanya melalui Content Analysis.
RCA umumnya dimanfaatkan:
1) Sebagai alat untuk menggali gagasan dengan cara
mengamati langsung interaksi antara masyarakat sasaran dengan produk pelayanan
kesehatan, dengan:
a.membicarakan
kebiasaan atau mendengar bahasa mereka tentang suatu masalah
b.Menjajagi
penerimaan masyarakat sasaran terhadap gagasan baru atau pesan dalam bentuk
visual ataupun verbal, misal : media, kemasan gambar atau bahasa
c.
Mengkaji perilaku kesehatan yang relatif belum diketahui untuk dipelajari
melalui penelitian lanjutan.
2) Sebagai langkah awal pengembangan penelitian:
a.Mengembangkan
hipotesa tentang pemikiran dan proses pengambilan keputusan masyarakat sasaran
tentang kebiasaan atau masalah kesehatan yang sedang diteliti.
b.Merinci informasi
pokok yang diperlukan penelitian.
c.Mengidentifikasi siapa yang perlu menjadi responden.
d.Membantu penyusunan form pertanyaan dan urutannya, kemudian melakukan pelatihan dan ujicoba.
c.Mengidentifikasi siapa yang perlu menjadi responden.
d.Membantu penyusunan form pertanyaan dan urutannya, kemudian melakukan pelatihan dan ujicoba.
e.Membuat inform consent
f.Mengidentifikasi
masalah dan rumusannya.
3) Sebagai cara untuk memahami hasil penelitian lanjutan:
a.Menerangkan, memperluas
dan memperjelas data.
b.Memahami penyebab
suatu kecenderungan.
c.Menggambarkan faktor
yang mempengaruhi perubahan sikap.
4)Sebagai metode
pengumpulan data
RCA dilaksanakan untuk saling melengkapi dan
verifikasi data baik kuantitatif maupun kualitatif, dimana terdapat tahapan
sebagai berikut:
1)
Menyusun rancangan studia.
a.Rancangan
studi disusun mulai dari latar belakang dengan penekanan pada ’mengapa dan
bagaimana’.
b.Melakukan
studi kepustakaan, menetapkan metode yang digunakan termasuk pemilihan instrumen
untuk pengumpulan data.
c.Menyusun
rencana jadwal pelaksanaan termasuk pengumpulan data, manajemen dan analisis
data.
d.Memilih
daerah penelitian dengan memperhatikan kondisi geografis, kebutuhan biaya untuk
itu, waktu dan tenaga yang diperlukan pada kondisi yang seperti itu.
e.Memilih
dan memanfaatkan informan yang ada.
2) Kesiapan
Logistik.
a. Mengurus ijin pelaksanaan penelitian sebagai
salah satu bentuk etika penelitian.
b.Surat pemberitahuan pelaksanaan RCA sebagai persiapan di daerah penelitian, penting untuk dilakukan
b.Surat pemberitahuan pelaksanaan RCA sebagai persiapan di daerah penelitian, penting untuk dilakukan
c.Apa yang harus dipersiapkan di daerah penelitian,
peran tim daerah dan apa yang jadi tanggung jawab tim assessment,
populasi dan sampel terpilih, sebaiknya dideskripsikan dengan jelas
d.Pendeskripsian berkaitan dengan hal apa yang
disiapkan dan menjadi tanggung jawab baik oleh daerah penelitian dan oleh tim RCA
sangat diperlukan sehingga ada pembagian tugas yang jelas.
e.Panduan teknis dalam pelaksanaan RAP diperlukan
karena tim terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian.
3) Penyusunan Tim RAP
a.Memilih orang yang tepat yaitu sesuai keahlian dalam
metodologi dan substansi tertentu dan sesuai dengan tujuan serta kemampuan
dalam kerja tim. Umumnya terdiri dari ahli kesehatan masyarakat, sosiolog,
antropolog, psikolog dan keahlian lain yang diperlukan
b.Leadership ketua tim amat penting
c.Supervisor yang peka, mampu dan bijaksana dan dapat melihat masalah serta mampu mengarahkan.
c.Supervisor yang peka, mampu dan bijaksana dan dapat melihat masalah serta mampu mengarahkan.
d.Pelatihan dan ujicoba form pertanyaan oleh tim RCA
Dalam melaksanakan RCA digunakan beberapa teknik
pengumpulan data yang saling menunjang satu dengan yang lain, yaitu :
1) Telaah informasi yang
ada, termasuk data sekunder
2) Observasi
(partisipatif dan non partisipatif)
3) Wawancara mendalam
4) Diskusi kelompok
(non FGD)
5) Fokus grup diskusi
Terima kasih, informasi ttg pelaksanaan RCA. mengetahui kualitas cakupan imunisasi.
BalasHapus