Selasa, 08 April 2014

Apa sih Wide Area Network (WAN) itu???

Merupakan suatu jaringan yang digunakan sebagai jaringan yang menghubungkan antar jaringan lokal. Jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, menghubungankan antar jaringan lokal ini dalam satu kota, provinsi, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. Namun, tidak semua WAN  merupakan packet switch, contohnya adalah sistem satelit. WAN dapat berupa backbone  yang menghubungkan internet.
Jaringan WAN menggunakan banyak macam teknologi jaringan dengan perpaduan sinyal analog dan digital untuk transmisi data. WAN terhubung dengan perangkat dengan media transmisi dan protokol yang berbeda-beda. Area cakupan WAN juga sangat luas, namun menyatukan jaringan tersebut seolah-olah seperti berada dalam satu ruangan   

1.                  Karakteristik WAN
a)      Menuju berbasis paket
b)      Dari connectionless menuju connection oriented (virtual circuit)
c)      Bitrate relatif rendah (2 Mbps)
d)     Jangkauan jauh (multi provider)
e)      Diluar kendali user (termasuk QoS)
f)       Menggunakan jalur layanan umum, misalnya perusahaan telekomunikasi. PT. Telkom, PT. Indosat, PT. Excelcomindo dan lain-lain untuk membentuk jaringan di dalan area geografik tersebut.
g)      Koneksi serial untuk akses bandwidth di seluruh area geografik tersebut
h)      Sebuah WAN beroperasi pada layer fisik dan layer data link dari OSI layer. WAN mampu melakukan pertukakaran paket data dan frame antara router dan switch.
2.                  Fungsi WAN
a)      Digunakan pada area geografik yang sangat luas
b)      Mampu memberikan koneksi serial dengan biaya murah dan kecepatan rendah atau biaya mahal dan kecepatan tinggi misalnya lewat jalur ATM atau fiber optik
c)      Mampu menyediakan koneksi full-time dan part-time
3.                  Peralatan yang Digunakan Dalam WAN
a)      Internetworking dan port-port interface WAN
b) Interface voice-grade, channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang melayani interface T1/E1, dan Terminal Adapter/Network Termination 1 (TA/NT 1) sebagai interface Integrated Services Digital Network (ISDN)
c)      Server dial in dan user-user yang melakukan dial out untuk melakukan koneksi

4.                  Komponen WAN

a)         Data Terminal Equipment (DTE)

DTE adalah suatu komponen yang menyusun jaringan WAN yang posisinya berada di pihak pelanggan, seperti misalnya gedung atau rumah. Komponen jaringan ini berfungsi untuk mengirim dan menerima data. Komponen DTE umumnya berupa router atau kadang juga komputer. DTE ini merupakan tanda batas antara jaringan lokal dan WAN. DTE inilah yang akan berkomunikasi dengan DTE di ujung yang lain.
b)        Demarc

Demarc merupakan salah satu komponen jaringan WAN yang disebut juga demarkasi yang merupakan tampilan antarmuka atau interface yang menghubungkan antara rumah dan sambungan dari perusahaan telekomunikasi, yang bisa menggunakan fiber optik atau kabel tembaga.

c)         Local Loops

Local loops adalah komponen penyusun WAN yang merupakan perpanjangan jaringan telepon dari komponen Demarc menuju kantor pusat dari penyedia layanan telekomunikasi. Perawatan komponen Local Loops ini adalah tanggung jawab dari penyedia layanan telekomunikasi. Umumnya komponen ini berupa kabel UTP, fiber optik, tembaga biasa atau gabungan dari ketiganya.

d)        Data Terminating Equipment

DDE adalah komponen penyusun jaringan yang berkomunikasi dengan DTE dan WAN secara keseluruhan. Perangkat ini ada di sisi penyedia jasa atau ISP. Umumnya, komponen ini berupa router yang berada di sisi ISP yang menyambungkan sinyal-sinyal pada DTE. Dengan kata lain, sebuah modem dapat dikatakan DCE dan DTE yang pirantinya sama namun memiliki fungsi yang sedikit berbeda karena terletak di tempat yang berbeda.
5.                  Teknologi WAN (protokol-protokol pengatur penggunaan media WAN):
a)         X.25
X.25 merupakan standar buatan organisasi standardisasi ITU-T (intention to use) yang mendefinisikan cara koneksi antara perangkat DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication Equipment) yang memungkinkan perangkat-perangkat komputer dapat saling berkomunikasi. Dengan ciri sebagai berikut:
1)      Sistem Komunikasi Data Paket
2)      Virtual Circuit
3)      Connection oriented
4)      Bitrate konstan 64 kbps
5)      Sinkron 
 
                      Kelemahan X.25: 
                     1)     Connection oriented
   Untuk komunikasi berbasis paket dengan bitrate rendah, connection oriented kurang efisien
2)     Pengaturan datalink yang sangat ketat : kurang mendukung aplikasi realtime
3)     Sangat banyak variasi X.25 : setiap vendor komunikasi membuat versi custom masing-masing
4)     Bitrate tetap, padahal aplikasi data sekarang banyak yang bursty : penggunaan kanal kurang efisien
a)             Frame Relay
1)             Dirancang untuk mengurangi kerumitan protokol X.25
2)             Pensinyalan kendali panggilan menggunakan kanal terpisah dari kanal data
3)             Multiplexing/switching dilakukan di lapis 2
4)             Tidak ada hop-ke-hop flow control dan error control
5)             Throughput jauh lebih tinggi dari X.25
6)             Koneksi :
o  Committed rate & Exceeded rate : committed rate adalah besarnya bitrate yang dijamin oleh provider, tapi frame relay membolehkan user untuk mengirim lebih besar saat saluran memungkinkan
7)             Konsep paket berukuran kecil (cell)
o  Cocok untuk aplikasi berbasis voice / video (aplikasi real time)

  •   Arsitektur Frame Relay:
1)             Frame Relay mempunyai  2 lapis: fisik dan data link (LAPF)
2)             Inti LAPF: kendali datalink minimal
3)             Kendali LAPF: fungsi tambahan data link atau lapis jaringan

b)        ATM (Asynchronous Transfer Mode)
1)       Menerapkan konsep cell dan tetap (53B = 5B header + 48B payload)
2)        Memberikan kecepatan dan kepastian waktu pelayanan
3)        Dirancang untuk melayani trafik data dan voice (lebih utama)
4)  Connection oriented menggunakan virtual circuit untuk menggantikan fungsi circuit switch yang dibutuhkan oleh trafik voice
5)     Protokol ATM banyak digunakan untuk memaksimalkan penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous Optical Network (SONET).
c)       Point-to-Point protocol (PPP)
       Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous.
d)      Serial Line Internet Protocol (SLIP)
       SLIP merupakan pendahulu dari PPP yang banyak digunakan dalam membangun koneksi serial Point-to-Point yang menggunakan protokol komunikasi TCP/IP

e)       High-level Data Link Control (HDLC)
       Protokol layer data link ini merupakan protokol ciptaan Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika sebuah jalur WAN digunakan oleh dua buah perangkat router Cisco saja. Apabila perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan, maka protokol yang digunakan adalah PPP yang merupakan protokol standar.

Penggunaan WAN di Bidang Kesehatan
            Kebutuhan data/informasi yang akurat semakin meningkat namun sistem informasi saat ini masih belum dapat menghasilkan data yang akurat, lengkap dan tepat waktu. Oleh karena itu Kementrian Kesehatan membuat jaringan SIKNAS (Sistem Informasi Kesehatan Nasional) yaitu sebuah koneksi/jaringan virtual sistem informasi kesehatan elektronik yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan dan hanya bisa diakses bila telah dihubungkan. Jaringan SIKNAS merupakan infrastruktur jaringan komunikasi data terintegrasi (mulai daerah sampai pusat) dengan menggunakan Wide Area Network (WAN), jaringan telekomunikasi yang mencakup area yang luas serta digunakan untuk mengirim data jarak jauh antara Local Area Network (LAN) yang berbeda, dan arsitektur jaringan lokal komputer lainnya.
Dengan pemanfaatan WAN, kegiatan pengumpulan data dari sumber data dapat dilakukan secara komputerisasi online. Semua data dari fasilitas pelayanan kesehatan dengan komputerisasi online, data individual langsung dikirim ke Bank Data Kesehatan Nasional dalam format yang telah ditentukan. Selain itu juga akan dikembangkan program mobile health (mHealth) yang dapat langsung terhubung ke sistem informasi Puskesmas (aplikasi SIKDA Generik). Hal ini merupakan salah satu cara untuk mencapai visi Kementrian Kesehatan, yaitu: terwujudnya sistem informasi kesehatan terintegrasi pada tahun 2014 yang mampu mendukung proses pembangunan kesehatan dalam menuju masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar