Senin, 29 September 2014

Tahukah kalian anak Adam?? (Sayangi Orangtua yuk..^^)



Kerap ada yang bertanya padaku..”kenapa kamu sayang sekali pada orangtuamu?” atau “sesayang itukah kamu pada mereka?” dan pertanyaan-pertanyaan lain yang tak jauh beda maknanya. Dulu aku acapkali menerangkan panjang lebar penuh semangat..menceritakan setiap detail alasanku, dan itu membuat para pendengarnya iri. Sekarang, aku hanya menjawabnya dengan senyum dan satu jawaban singkat “tentu saja, karena mereka orangtuaku”, aku tak mau lagi membuat iri siapapun meskipun bukan itu tujuanku.
Mengapa ada anak-anak yang tak menyayangi kedua orangtuanya? Mengapa ada anak-anak yang tak jujur pada orangtuanya? Mengapa mereka tak tahu orangtuanya adalah jembatan surgaNya?..pertanyaan-pertanyaan itu membuatku gemas melihat tingkah polah muda mudi jaman sekarang yang acuh pada orangtua tapi menyerahkan jiwa raga dan kasih sayang yang dimiliki pada kekasihnya. Dunia..oh dunia..kau membuat anak-anak menikmati kesenangan sesaat dan melupakan kehidupan kekal. Akhirat.
Tahukah kalian para anak Adam? Jika dalam kalamullah dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan kasih sayang, menciptakan anak-anak untuk berbakti pada kedua orangtuanya, bukan untuk menjadi orang yang sombong bukan pula orang yang durhaka. Dan tahukah kalian apa yang akan kamu dapatkan nanti? Kesejahteraan, pada hari lahirnya, wafatnya dan saat hari dibangkitkan seluruh manusia di muka bumi (QS.Maryam).
Masih tak tergodakah kau dengan begitu banyak kebaikan itu? Ah..aku..iya..aku..aku sungguh tergoda hingga tak ingin ku lewatkan barang sedetikpun untuk mengusahakan segala harapan baik kedua orangtuaku menjadi hal yang nyata. Bahagiaku adalah ketika aku bisa menjadi alasan bagi senyum termanisnya, itu sungguh melegakanku.
Tahukah kalian para anak Adam? Orangtua adalah malaikat tanpa sayap bagi putra-putrinya..mereka yang mengasihimu sejak kau masih dalam kandungan, masih tak berbentuk, kabar akan lahirnya dirimu sudah sangat membahagiakannya. Lalu adakah alasan bagimu tak menyayangi mereka? “TIDAK ADA”.
Tahukah kalian para anak Adam? Nanti saat peradilan terakhirmu akan ada dua golongan, Dia akan memisahkan kau sesuai amal perbuatanmu di bumi sejak kau hanya mampu menangis dan menatap cahaya sampai ajal menjemputmu. Semua sudah tercatat rinci tanpa luput salah dan lupa di kitab “Lauhl mahfuz”. Tak inginkah kau menjadi golongan yang timbangan amal baiknya berat? Itu akan membawamu ke surga..tempat terindah yang tak terjangkau impianmu walau seindah apa pun. Kau akan dibuat tercengang olehNya. Dalam surat Arrahman pun sudah digambarkan bagaimana itu yang dimaksud surga..biar ku jelaskan singkatnya ya.. ^_^
Tak akan ada yang mampu menembusnya dari segala penjuru, baik langit maupun bumi, kecuali dengan kekuatan dariNya. “Amal baik, baktimu pada orangtua, dan kesyukuranmu atas segala nikmatNya”. Di dalamnya terdapat dua mata air yang sungguh indah, terdapat aneka buah-buahan, ada pula bidadari-bidadari yang tak pernah tersentuh oleh tangan manusia maupun jin, jika mau menggambarkan mereka seolah-olah kau akan melihat keindahan permata yakut dan marjan, sungguh baik dan jelita. Surga yang hijau penuh kesuburan. Membayangkannya saja membuatku tak mampu menahan tetesan air mata, apalagi benar-benar bisa berada disana. Masih tak ingin? Hehehe..
So, sayangi ayah bunda ya mulai sekarang..yang sudah sayang ditingkatkan sayangnya dengan dharma baktimu, jika masih setengah-setengah baca lagi deh tulisan ini mulai awal sampai akhir. Selamat memperjuangkan surga ya ^^
Salam ukhuwah islamiyah :)

 

Rabu, 10 September 2014

Dharmaku Untuk Mama Ayah


Ma..putri kecilmu kini sudah beranjak dewasa, tak perlu lagi kau khawatirkan.
Ayah..putri kecilmu sudah tak akan bergelanyut manja memintamu menggendongku, aku sudah tumbuh dewasa.
Oh kalian kesayanganku..entah kapan waktu akan mengijinkanku untuk sesegera mungkin membahagiakan kalian, terkadang aku takut tak cukup waktu bagiku untuk itu. Duhai kalian yang selalu menjadi no. 1 setelah Allah dan rasulNya di hatiku, terimakasih untuk cinta yang selalu tercurah untuk putri bungsumu ini. Entah berapa kali aku sakit, tak terhitung lagi oleh ingatan..tapi aku tak pernah lupa bahwa kalianlah yang paling sabar menungguiku sampai aku bangkit..diam-diam mendengarkan degup jantung yang terkadang lemah, aku tahu tapi aku diam. Sungguh jika Dia ijinkan, aku tak ingin sakit..karena sakitku akan menjadi luka bagi kalian.
Ma..Yah..aku seringkali tak dapat menahan cucuran air mata mengalir di pipi bila mengingat kalian, aku sungguh takut waktu tak bersahabat. Usia yang selalu bertambah, batas hidup yang semakin pendek, keriput yang menjamah kulit pembungkus wajahmu, suara yang mulai parau dimakan zaman.
ya Allah..ya rabb..lindungilah mereka dalam penjagaan do’aku setiap detiknya untuk mereka. Tubuh yang kini sudah tak setangguh dulu..aku sangat ingin melindunginya, menggantikan perannya saat aku kecil dulu.
Setiap titahmu ku usahakan untuk tak ku langgar, walau terkadang jiwa mudaku berontak. Duhai orangtuaku..mengertilah aku hanya ingin kalian bahagia sepanjang sisa usia kalian dengan upayaku. Memeluk kalian sepuas yang ku mau. Mencium pipi kalian..membuat kalian tertawa dengan humor khasku..itu adalah kebahagiaanku. Kebahagiaan terbesarku.
Duhai Mama dan Ayah terkasih..tunggu daku di pintu gerbang kesuksesan..membuat kalian bangga dengan semua yang aku bisa..memilihkan kalian menantu terbaik di keluarga kita..melahirkan putra putri yang sholeh dan sholekhah seperti yang selama ini kalian inginkan. Ya Allah Yang Maha Berkuasa..berilah ijinMu agar aku bisa selalu menjadi alasan bagi senyum tawa kebahagiaan ibu bapakku. Amin.
Jember, 10 September 2014.
Malam penuh cinta di telaga rasa.

Sabtu, 06 September 2014

PERUBAHAN

Duhai perubahan, akankah engkau selalu ada? Kerap kali diantara tawa dan pilu terselip pertanyaan itu dalam hati, jawabnya “tentu” akan selalu ada perubahan di setiap detik dalam perputaran waktu. Namun duhai, ada satu hal yang tak akan pernah berubah..”janji-Nya” bahwa akan datang kabar gembira untuk dia yang selalu berada di jalan kebenaran. Kini mulailah setiap pagimu dengan syukur atas segala nikmat dalam kehidupanmu, jangan pernah kau mengunci hatimu bagi kebaikan. Jangan pernah melampaui batasanmu jika kau inginkan kenikmatan dan keindahan tak terbatas di bumi nirwanaNya kelak..di akhirat. Bulatkan tekad untuk segera mengambil keputusan-keputusan baik, jangan kau tunda lagi!.