Ma..putri kecilmu kini
sudah beranjak dewasa, tak perlu lagi kau khawatirkan.
Ayah..putri kecilmu sudah
tak akan bergelanyut manja memintamu menggendongku, aku sudah tumbuh dewasa.
Oh kalian
kesayanganku..entah kapan waktu akan mengijinkanku untuk sesegera mungkin
membahagiakan kalian, terkadang aku takut tak cukup waktu bagiku untuk itu.
Duhai kalian yang selalu menjadi no. 1 setelah Allah dan rasulNya di hatiku,
terimakasih untuk cinta yang selalu tercurah untuk putri bungsumu ini. Entah
berapa kali aku sakit, tak terhitung lagi oleh ingatan..tapi aku tak pernah
lupa bahwa kalianlah yang paling sabar menungguiku sampai aku
bangkit..diam-diam mendengarkan degup jantung yang terkadang lemah, aku tahu
tapi aku diam. Sungguh jika Dia ijinkan, aku tak ingin sakit..karena sakitku
akan menjadi luka bagi kalian.
Ma..Yah..aku seringkali tak
dapat menahan cucuran air mata mengalir di pipi bila mengingat kalian, aku
sungguh takut waktu tak bersahabat. Usia yang selalu bertambah, batas hidup
yang semakin pendek, keriput yang menjamah kulit pembungkus wajahmu, suara yang
mulai parau dimakan zaman.
ya Allah..ya rabb..lindungilah
mereka dalam penjagaan do’aku setiap detiknya untuk mereka. Tubuh yang kini
sudah tak setangguh dulu..aku sangat ingin melindunginya, menggantikan perannya
saat aku kecil dulu.
Setiap titahmu ku usahakan
untuk tak ku langgar, walau terkadang jiwa mudaku berontak. Duhai
orangtuaku..mengertilah aku hanya ingin kalian bahagia sepanjang sisa usia
kalian dengan upayaku. Memeluk kalian sepuas yang ku mau. Mencium pipi
kalian..membuat kalian tertawa dengan humor khasku..itu adalah kebahagiaanku.
Kebahagiaan terbesarku.
Duhai Mama dan Ayah
terkasih..tunggu daku di pintu gerbang kesuksesan..membuat kalian bangga dengan
semua yang aku bisa..memilihkan kalian menantu terbaik di keluarga kita..melahirkan
putra putri yang sholeh dan sholekhah seperti yang selama ini kalian inginkan.
Ya Allah Yang Maha Berkuasa..berilah ijinMu agar aku bisa selalu menjadi alasan
bagi senyum tawa kebahagiaan ibu bapakku. Amin.
Jember, 10 September 2014.
Malam penuh cinta di telaga rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar