Selasa, 08 April 2014

Candidiasis Genitalis (Thrush)



Candidiasis Genitalis adalah  suatu  infeksi jamur pada vagina atau penis, biasanya dikenal sebagai thrush.

PENYEBAB
Jamur Candida albicans
Jamur ini secara normal hidup di dalam kulit atau usus. Dari sini jamur bisa menyebar ke alat kelamin. Candida biasanya  ditularkan melalui hubungan seksual. Namun lebih sering terjadi terutama karena meningkatnya pemakaian antibiotik, pil KB dan obat-obat lainnya yang menyebabkan perubahan suasana vagina sehingga memungkinkan pertumbuhan Candida.Kandidiasis lebih sering ditemukan pada wanita hamil atau wanita dalam siklus menstruasi dan pada penderita kencing manis.Selain itu, pemakaian obat (misalnya kortikosteroid atau kemoterapi untuk kanker) dan penyakit yang menekan sistem kekebalan (misalnya AIDS) juga mempermudah terjadinya penyakit ini.

GEJALA
a)                  Gejala Vulvovaginal Kandidiasis
Pada wanita mungkin ada pembakaran, gatal dan menyengat masuk vagina. Kadang-kadang ini disertai dengan krim keju putih seperti vagina.Mungkin ada rasa sakit selama hubungan seksual dan stinging pada buang air kecil.Kasus berat mungkin muncul dengan merah dan bengkak vagina dan vulva, mengalir atau fissured dan retak kulit sekitar vulva, pendarahan dll.
b)                 Gejala penis Kandidiasis
Kandidiasis penis atau balanitis memanifestasikan sebagai bengkak dan gatal ruam atas penis terutama atas kelenjar penis atau ujung penis.Infeksi dapat menyebar ke groins dan lipatan kulit lainnya juga.Kadang-kadang alergi terhadap candida juga dapat terjadi. Ini mengarah ke bintik-bintik merah, gatal segera setelah kontak dengan sebuah area yang terinfeksi.

Riwayat Alamiah Penyakit Candidiasis
Setiap wanita memiliki satu pasangan yang aktual atau potensial. Banyak pria mengembangkan infeksi candida pada genitalia, yang biasanya tampak sebagai balanitis atau balanoposthitis. Sumber infeksi ini secara normal berasal dari pasangan seksual wanita, dan masa inkubasinya 2-3 hari. Faktor resiko pada pria hampir samadengan wanita. Misalnya, diabetes melitus meningkatkan kerentanan pria terhadap infeksi jamur sama dengan wanita. Penularan Candida albicans pada pria diperkirakansekitar  10%.Di samping infeksi langsung, manifestasi lain  C. Albicans  adalah dermatitis tingkat rendah pada penis pria yangberhubungan seksual dengan wanita yang menderita candidosis vagina. Dermatitis ini tampak  melalui iritasi dan hiperaemia yang terjadi dalam beberapa jam atau beberapa hari setelah hubungan seksual. Pertimbangan tentang natural history candidosis vagina menyatakan bahwa bila wanita dapat menularkan penyakit ini pada pria, bukan tidak mungkin terjadi proses sebaliknya.Namun demikian, perawatan bagi pria yang pasangannya menderitacandidosis vagina tidak begitu penting.
1 Pre Pathogenesis
Pada saat ini terjadi interaksi anata host (manusia) dengan agent (Jamurcandida albican) yang masih berada diluar tubuh. Jamur terdapat pada lapisansuperficial kulit atau lapisan mucosa membran dan menyebabkan oral thrush(seriawan), interrigo, vulvovaginitis,paronychia atau onychomycosis. Penyebaranmelalui aliran darah dapat menyebabkan terjadi laesi pada ginjal,limpa, paru-paru,hati,endocardium,mata, otak dan selaput otak.

2 Fase Prepatogenesis
 Pada fase prepatogenesis, terjadi interaksi antara berbagai faktor determinan penyakit sebelum agen penyakit berinteraksi dengan manusia. Fase ini dipengaruhi oleh faktor predisposisi fisiologis dan patologis.  Faktor Predisposisi Fisiologis Pada  kehamilan, terjadi perubahan hormonal. Meningkatnya produksi estrogen menyebabkan  pH vagina menjadi lebih asam dan  sangat baik untuk pertumbuhan candida. Pada umur tertentu, yaitu bayi dan orang tua,  orang mempunyai kerentanan terhadap infeksi.  Faktor Predisposisi Patologis. Keadaan umum yang buruk antara lain prematuritas,gangguan gizi, dan penyakit menahun. Penyakit tertentu yang diderita, seperti diabetes  melitus, leukemia, dan keganasan, dapat meningkatkan kerentanan. Di samping itu, kerentanan juga dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan, antibiotika, oral kontrasepsi, kortikosteroid, dan sitostatika, serta iritasi setempat pada tubuh, antara lain kegemukan,  urin, air, dan lain-lain.
Fase Patogenesis. Pada fase patogenesis, terjadi perjalanan penyakit dalam  tubuh manusia sehingga muncul berbagai gejala klinis antara lain sebagai berikut:
         Sebagian penderita asimtomatis atau mempunyai keluhanyang sangat ringan disertai perasaan gatal
         Bila hebat seringkali akan mengeluh perasaan panas dan nyeri sewaktu koitus
         Fluor albus berwarna keputih-putihan seperti susu pecah
         Pada pemeriksaan didapatkan vulva edema, hiperemia, dan erosi
         Vagina hiperemia disertai discharge keputihan tebal yang bila diangkat mukosa di bawahnya mengalami erosi, kadang-kadang discharge sedikit, encer, atau seperti normal
Rasa terbakar pada vagina atau vulva tidak selalu merupakan faktor pembeda untuk vaginitis akibat jamur dan vaginosis akibat bakteri. Suatu studi menemukan bahwa faktor-faktor pembeda terbaik antara lain penggunaan kondom, penggunaan antibiotik dalam waktu dekat, usia muda, dan tidak adanya gonorrhea atau vaginosis akibat bakteri. PH vagina pada infeksi jamur lebih rendah daripada vaginitis tipe lain dan  biasanya sekitar 3.8-4.2, tetapi yang paling sering di bawah 4.5. Pengecatan gram untuk menunjukkan jamur adalah metode diagnosis yang tepat seperti kulturnya tetapi ini  hanya terjadi pada pasien simtomatik karena adanya latar belakang positif pada wanita  tanpa problem jamur. Pemeriksaan apusan dapat akurat apabila baik hifa dan spora terlihat tetapi degnan hasil negatif. Seorang wanita dapat menunjukkan ekskret keputihan atau kekuningan yang tidak encer atau seperti keju. Gatal-gatal dan rasa panas (terbakar) pada vulva tidak selalu terjadi atau bahkan kemerahan dan membengkak (Health On The Net Foundation, 2006).
3 Fase Convalescense.
 Fase convalescense merupakan proses penyembuhan yang mempengaruhi kemungkinan keluaran hasil akhir dari perjalanan sakit. Kemungkinan hasil akhir perjalanan penyakit ini adalah sembuh total atau sembuh dengan gejala sisa. 
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN
Pengobatan penyakit ini menggunakan antimikotik topikal seperti nistatin 100.000 unit.selama 14 hari, mikonasol 100 mg selama 7 hari, dan klotrimasol 100 mg selama 7 hari, serta antimikotik sistemik seperti ketokonazol dengan dosis 2 x 100 mg selama 10-15 hari. Pengobatan suportif dapat dilakukan dengan menghilangkan faktor-faktor prediposisi. Perawatan yang tepat mapu menyembuhkan 90% dari infeksi vagina dalam dua minggu atau kurang (biasanya hanya dalam beberapa hari), tergantung pada jenisperadangannya. Infeksi vagina yang tidak  diobati dapat berlangsung bertahun-tahun, dengan atau tanpa gejala (Harvard Medical School, 2006). Apabila terjadi infeksi berulang, hubungi dokter. Sekitar 5 % wanita terkena infeksi jamur vagina empat kaliatau lebih setiap tahun. Hal ini disebut Recurrent Vulvovaginal Candidiasis (RVVC). RVVC umum terjadi pada wanita dengan diabetes atau sistem imun yang lemah.Normalnya, hal ini diatasi dengan obat antijamur selama sampai enam bulan (Medic8® Family Health Guide, 2007).
1 Upaya Pencegahan Primer
 Karena Candidosis vagina dapat ditularkan melaluihubungan seksual, penyebaran infeksi ini dapat dicegah dengan cara tidak berhubungan seksual atau hanya berhubungan seksual dengan satu pasangan yang tidak terinfeksi. Di samping itu, penderita pria juga dapat menggunkaan kondom lateks selama hubungan seksual, dengan atau tanpa spermatisida. Pencegahan terjangkitnya Candidosis Vagina, dapat dilakukan dengan menjaga area sekitar genitalia bersih dan kering. Hindari sabun yang dapat menyebabkan iritasi, vagina spray, dan semprotan air. Ganti pembalut secara teratur. Gunakan pakaian dalam dari katun yang longgar dan menyerap keringat, hindari pakaian dalam dari nilon. Setelah berenang, cepat ganti pakaian yang kering daripada duduk dengan pakaian renang yang basah dalam waktu yang lama (Harvard Medical School, 2006).
2 Upaya Pencegahan Sekunder
Setelah pasien menjelaskan gejala-gejala yang timbul, dokter akan melakukan pemeriksaan ginekologi dan memeriksa organ genitalia eksterna, vagina, dan cervix untuk melihat adanya inflamasi atau ekskret abnormal. Seseorang akan dinyatakan suspect Candidosis Vagina bila terjadi inflamasi pada vagina, terdapat ekskret putih dari vagina, dan di sekeliling vagina. Dokter mungkin akanmengambil sampel ekskret vagina untuk diperiksa dengan mikroskop di laboratorium. Candidosis Vagina dapat diatasi dengan obat antijamur yang bekerja secara langsung pada vagina sebagai tablet, krim, salep, atau suppositoria. Obat-obatan ini termasuk butoconazole(Femsat),clotrimazole(Clotrimaderm),(Canesten),miconazole(Monistat,Monazole, Micozole),nystatin (sold under several brand names), tioconazole(GyneCure) and terconazole (Terazole). Oral fluconazole (Diflucan Oral) juga dapat digunakan dalam dosis ringan.pengobatan pada pasangan seksual biasanya tidak direkomendasikan (Harvard Medical School, 2006). Tujuan terapi adalah untuk mengurangi jumlah organisme jamur dan melindungi jaringan vulva sehingga menggaruk dan menggosok tidak akan merusak kulit dan menyebabkan infeksi bakteri perineal sekunder. Gejala terbakarnya vulva karena alkohol dan produk toksik yang dimetabolis oleh jamur dari karbohidrat tubuh. Butoconazole (Femstat®, Mycelex ) intravaginal untuk 3 hari adalah salah satu pilihan obatnya. Banyak spesies jamur yang tahan terhadap bermacam-macam perawatan topis dan Butoconazole lebih direkomendasikan berdasarkan beberapa pembelajaran lebih lanjut. Topical imidazoles cocok untuk jamur vagina, Butoconazole dan itraconazole memiliki aktivitas terbaik dalam tes pipet melawan bermacam-macam jamur dan organisme fungi yang lain. T.glabrata dan S. cerevisiae lebih resisten terhadap clotrimazole and ketoconazole, sedangkan C. krusei lebih resisten terhadap nystatin and flucytosine. Terconazole (Terazole®) umumnya menggunakan resep terapi jika terapi awal tidak bekerja. Ini lebih efektif daripada fluconazole (Diflucan®) untuk banyak spesies. Asam Borat vaginal suppositoria yang digunakan 600 mg/hari untuk 10 hari 80% efektif untuk C. glabrata yang telah resisten terhadap terapi standar lainnya. Terapi minyak esensial dapat juga digunakan untuk terapi jamur vagina. Minyak pohon teh terbukti efektif melawan jamur dalam konsentrasi 0.5%-2% (Medic8® Family Health Guide, 2007).

3 Upaya Pencegahan Tersier
Pencegahan tersier bertujuan untuk mengembalikan fungsi mental, fisik, dan sosial penderita setelah proses penyakitnyadihentikan. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
·         Tidak memakai pakaian dalam berbahan nilon yang menyebabkan daerah
genitalia menjadi lembab dan meningkatkan resiko infeksi berulang.
·         Menjaga pola makan sesuai dengan standar kesehatan untuk meningkatkan
daya tahan tubuh.
·         Menjaga kebersihan individu dan lingkungan untuk mencegah pertumbuhan
jamur yang dapat menyebabkan infeksi.
·         Melatih masyarakat yang pernah terjangkit Candidosis Vagina untuk terbiasa
berperilaku hidup sehat.
·         Terapi mental dan sosial (Harvard Medical School, 2006).
Jamur vagina dapat bersifat lembam tanpa gejala apapun. Kadang-kadang infeksi jamur ini hilang, tetapi hal ini selalu membutuhkan terapi singkat untuk mengurangi jumlah jamur yang ada. Ini mungkin pengaruh dari pembersihan cairan vagina. Karena gejala terbakar dapat timbul sangat hebat, tidak ada yang mempelajari berapa lama rangkaian alami dari candidosis vagina. Biasanya tidak terjadi infeksi jamur sekaligus bacterial vaginosis, tetapi kadang-kadang terjadi dengan infeksi bacterial vaginosis berulang. Infeksi jamur vagina selama kehamilan tidak dikaitkan dengan preterm labor (Medic8® Family Health Guide, 2007).

1 komentar:

  1. Blog yang menarik dan informatif sekali

    Klinik Apollo Adalah Rumah Sakit di Jakarta, Dibidang Andrologi dan Ginekologi, terbaik dan Nomor 1 di jakarta memberikan layanan medis prima, dilengkapi alat medis yang modern menyembukan berbagai penyakit kelamin seperti Gonore, Kencing nanah, Sipilis sifilis,Kutil kelamin , Kondiloma akuminata, Kutu kelamin, Keputihan, Ejakulasi Dini,Wasir dan Ambeien


    Pengobatan Balanitis

    Ciri dan Tanda Balanitis

    BalasHapus