Subhanallah
wal hamdulillah..ramadhan datang..:)
Hari
ini aku sudah bisa shalat dengan berdiri..sudah bisa menikmati masakan yang ku
buat bersama mama tercinta..sudah tidak harus minum banyak obat untuk bertahan
hidup..sekali lagi syukurku atas segala nikmatMu..Alhamdulillahirobbil’alamiin
^^
Malam
ini adalah malam pertama tarawih, pujian khas ramadhan menggema dimana-mana
diiringi tabuhan beduk masjid dekat rumah, begitupun bunyi petasan yang tak mau
ketinggalan merayakan datangnya bulan suci.
Kemarin
lusa, ya..dua hari lalu tepat sebelum ramadhan tiba, aku mendengar ada yang
berusaha merebut hatimu. Aku sempat kecewa, sedikit..tapi kemudian tersadar dan
mulai tersenyum. Kecewaku bukan karena kehadiran yang lain tapi kabar itu
justru tak ku dengar sendiri darimu. Bahagiamu adalah bahagiaku, mulai saat ini
aku bisa bertenang hati, tak lagi merasa bersalah telah melepaskanmu duhai pemilik
senyum termanis di pulau Jawa. Harusnya kau tak pernah menyembunyikannya dariku.
Apa kau masih mengharapkanku untuk bisa mendampingimu setiap saat di ujung jawa
barat sana? Hehehe, diamlah, jangan kau hiraukan aku.
Seorang
teman bertanya padaku saat aku tersenyum melepasmu kala itu, “Bukankah kau
mencintainya? Jangan Berbohong!”..sejenak ku balas pertanyaannya dengan senyum,
kemudian bertutur sedikit saja untuk meyakinkan temanku bahwa aku baik-baik
saja “Memang aku mencintainya, tapi bahagianya lebih penting saat ini, denganku
dia lebih sering merasakan sakit, sakitnya adalah sakitku, aku tak pernah tahan
melihatnya kesakitan dan aku yang menjadi alasannya untuk merasakan sakit”.
Sekejap kalimat itu terucap, namun terasa seperti petir yang kuciptakan sendiri
untuk menyambarku. Aku seringkali lupa..lupa bahwa aku yang memaksamu untuk
menjauh, aku lupa kalau aku masih sangat mengagumimu dari segala penjuru yang
kau miliki, aku lupa bahwa kau pernah berkata kau menjadi lebih baik saat
bersamaku, bahkan aku tak bisa melawan lupa bahwa aku masih selalu memikirkan
kebaikanmu.
Entah
benar atau tidak, sebuah keyakinan dalam hatiku berkata kau sangat baik, tapi
bukan yang terbaik untukku. Aku ingin saling menopang dengan pasanganku, bukan
selalu merepotkan dan memberatkan langkahnya seperti aku padamu. Semoga nanti,
ya..suatu hari nanti aku ingin melihatmu tersenyum bahagia. Bolehkah aku jujur
saat ini duhai pemilik senyum termanis di pulau Jawa? Aku masih sering
merindukanmu di sepertiga malam, masih sering merapal mantra suci (dzikir) untuk
menggantinya dengan kesehatan dan bahagiamu, tapi kini aku mulai berusaha
menyukai seseorang yang lain setelah kabar bahagia itu ku dengar dari adikmu. Meski
berat hati, tapi aku usahakan. Seperti aku yang tak pernah bisa berhenti
mengkhawatirkanmu, tak pernah bisa berhenti memberimu perhatian dan kasihku.
Kau mungkin terheran saat aku masih sangat baik padamu, tapi justru melepaskanmu.
Sungguh cintaku padamu sangat besar. Percayalah, sampai malam ini, cinta itu
belum ada yang dapat mengalahkannya. Hanya milikmu duhai pemilik hati baik.
Aku
ingin berpegang teguh pada tali yang kuat dan tak akan pernah putus. Agamaku,
menolak mengatakan cinta pada makhluk bumi sebelum halalNya. Bukan sehari atau
setengah hari, tapi selamanya. Aku ingin mendapat cinta yang didapat Fatimah
Azzahra. Ku harap kaupun begitu. Tetap menjadi umatNya yang baik dan ku kagumi.
Semoga
kau bahagia dan tidak akan sakit lagi setelah ini. Ingatlah pesanku ini ya pak
manager yang baik hatinya..jika tak ada hujan lebat di kebun, tapi masih ada
embun yang menyejukkan. Terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu baik
untuk kita, begitupun sebaliknya terkadang sesuatu terlihat tidak baik tapi itu
justru takdir terbaikNya untuk kita..karena Dialah yang Maha mengetahui segala
tentang yang diciptakannya, begitupun jodoh kita.
Selamat
menjalankan ibadah puasa tahun ini ya..semoga ramadhan kali ini penuh berkah,
untukmu, untukku, dan untuk seluruh umat di Arsy-Nya^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar