Sabtu, 28 Juni 2014

Ramadhan..^^



Subhanallah wal hamdulillah..ramadhan datang..:)
Hari ini aku sudah bisa shalat dengan berdiri..sudah bisa menikmati masakan yang ku buat bersama mama tercinta..sudah tidak harus minum banyak obat untuk bertahan hidup..sekali lagi syukurku atas segala nikmatMu..Alhamdulillahirobbil’alamiin ^^
Malam ini adalah malam pertama tarawih, pujian khas ramadhan menggema dimana-mana diiringi tabuhan beduk masjid dekat rumah, begitupun bunyi petasan yang tak mau ketinggalan merayakan datangnya bulan suci.
Kemarin lusa, ya..dua hari lalu tepat sebelum ramadhan tiba, aku mendengar ada yang berusaha merebut hatimu. Aku sempat kecewa, sedikit..tapi kemudian tersadar dan mulai tersenyum. Kecewaku bukan karena kehadiran yang lain tapi kabar itu justru tak ku dengar sendiri darimu. Bahagiamu adalah bahagiaku, mulai saat ini aku bisa bertenang hati, tak lagi merasa bersalah telah melepaskanmu duhai pemilik senyum termanis di pulau Jawa. Harusnya kau tak pernah menyembunyikannya dariku. Apa kau masih mengharapkanku untuk bisa mendampingimu setiap saat di ujung jawa barat sana? Hehehe, diamlah, jangan kau hiraukan aku.
Seorang teman bertanya padaku saat aku tersenyum melepasmu kala itu, “Bukankah kau mencintainya? Jangan Berbohong!”..sejenak ku balas pertanyaannya dengan senyum, kemudian bertutur sedikit saja untuk meyakinkan temanku bahwa aku baik-baik saja “Memang aku mencintainya, tapi bahagianya lebih penting saat ini, denganku dia lebih sering merasakan sakit, sakitnya adalah sakitku, aku tak pernah tahan melihatnya kesakitan dan aku yang menjadi alasannya untuk merasakan sakit”. Sekejap kalimat itu terucap, namun terasa seperti petir yang kuciptakan sendiri untuk menyambarku. Aku seringkali lupa..lupa bahwa aku yang memaksamu untuk menjauh, aku lupa kalau aku masih sangat mengagumimu dari segala penjuru yang kau miliki, aku lupa bahwa kau pernah berkata kau menjadi lebih baik saat bersamaku, bahkan aku tak bisa melawan lupa bahwa aku masih selalu memikirkan kebaikanmu.
Entah benar atau tidak, sebuah keyakinan dalam hatiku berkata kau sangat baik, tapi bukan yang terbaik untukku. Aku ingin saling menopang dengan pasanganku, bukan selalu merepotkan dan memberatkan langkahnya seperti aku padamu. Semoga nanti, ya..suatu hari nanti aku ingin melihatmu tersenyum bahagia. Bolehkah aku jujur saat ini duhai pemilik senyum termanis di pulau Jawa? Aku masih sering merindukanmu di sepertiga malam, masih sering merapal mantra suci (dzikir) untuk menggantinya dengan kesehatan dan bahagiamu, tapi kini aku mulai berusaha menyukai seseorang yang lain setelah kabar bahagia itu ku dengar dari adikmu. Meski berat hati, tapi aku usahakan. Seperti aku yang tak pernah bisa berhenti mengkhawatirkanmu, tak pernah bisa berhenti memberimu perhatian dan kasihku. Kau mungkin terheran saat aku masih sangat baik padamu, tapi justru melepaskanmu. Sungguh cintaku padamu sangat besar. Percayalah, sampai malam ini, cinta itu belum ada yang dapat mengalahkannya. Hanya milikmu duhai pemilik hati baik.
Aku ingin berpegang teguh pada tali yang kuat dan tak akan pernah putus. Agamaku, menolak mengatakan cinta pada makhluk bumi sebelum halalNya. Bukan sehari atau setengah hari, tapi selamanya. Aku ingin mendapat cinta yang didapat Fatimah Azzahra. Ku harap kaupun begitu. Tetap menjadi umatNya yang baik dan ku kagumi.
Semoga kau bahagia dan tidak akan sakit lagi setelah ini. Ingatlah pesanku ini ya pak manager yang baik hatinya..jika tak ada hujan lebat di kebun, tapi masih ada embun yang menyejukkan. Terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu baik untuk kita, begitupun sebaliknya terkadang sesuatu terlihat tidak baik tapi itu justru takdir terbaikNya untuk kita..karena Dialah yang Maha mengetahui segala tentang yang diciptakannya, begitupun jodoh kita.
Selamat menjalankan ibadah puasa tahun ini ya..semoga ramadhan kali ini penuh berkah, untukmu, untukku, dan untuk seluruh umat di Arsy-Nya^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar