Salam
Nusantara.
Duhai
Raja Diraja Nusantara..daku satu dari ribuan bahkan jutaan rakyatmu..dengarlah
suaraku..suara saudara-saudaraku...
Kami
telah bosan dengan janji-janji manis para wakil rakyat yang lenyap
bersama waktu..tak kunjung menjadi nyata. Kami telah bosan dengan berita korupsi, banjir di mana-mana,
kebakaran di hutan Kalimantan, kemiskinan di Papua, lumpur panas di
pulau Jawa dan hutang luar negeri yang tak kunjung terbayar. Kapankah kami bisa
merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya?
Tidakkah
kau dengar jeritan para fakir di sana?
Jangan
pernah kau lupa ucapanmu sendiri duhai pemimpin bangsa. Jangan!. Harusnya kau
tak lupa. Ulurkanlah tanganmu..gunakanlah hati dan akalmu. Harmonisasikan
keduanya agar kau tahu apa yang rakyatmu inginkan.
Aku
tahu, kau cukup mampu merubah negara ini. Duhai pemimpin bangsaku..tubuh
tegapmu harusnya kau gunakan untuk
melindungi kami, rakyat yang lemah.
Jangan
hanya mensejahterakan orang-orang yang kau kenal, kami ingin mengenalmu dari
hati. Tidakkah kau tahu itu duhai pemimpin bangsaku?
Aku
tahu..perubahan memang tak mudah. Tapi ini harus dimulai..tak akan pernah ada
hasilnya jika kau tak mencoba. Mulailah menganggarkan dana lebih untuk para
fakir..tuntaskan kemiskinan. Jangan hanya menaikkan gaji para wakil rakyat yang
ternyata sungguh tak peduli dengan nasib kami. Investasikan para muda-mudi
untuk menjadi penerus bangsa yang baik..dengan beasiswa pendidikan. Jangan
terlalu percaya pada KPK, mereka hanya ingin dipandang hebat..menangkap
orang-orang yang terkadang tak bersalah tapi melepaskan mafia negara, buatlah
tim penyidik khusus untuk ini tanpa diketahui orang lain. Buat mereka menjadi
sejenis agen anti korupsi rahasia, yang tau hanya dirimu dan orang-orang yang
kau percayai.
Jangan
lagi kau tambah panjang daftar penjualan aset negara ini pada bangsa asing,
jangan lagi kau perpanjang masa sewa pertambangan asing di negeri ini. Tidakkah
kau lihat antlantis ini sudah tak sehijau dulu lagi? Bumi Indonesia
menangis..dia lelah dieksploitasi. Dia lelah bekerja untuk asing. Tidakkah kau
tahu itu duhai pemimpin bangsaku?
Batasi
impor ini itu. Buatlah Indonesia mandiri. Buatlah tim ahli di bidangnya
masing-masing, ijinkan mereka menumpahkan ide-ide yang tak kalah hebat dengan
para ilmuwan dunia untuk merubah nusantaraku. Janganlah terlalu mendengar
bawahanmu yang sarannya tak menguntungkan rakyatmu..sungguh bukan apa-apa, kami
hanya ingin hidup yang lebih baik..Indonesia yang lebih baik.
Terimakasih
sudah meluangkan waktumu untuk mendengar
keluhan rakyatmu ini disela-sela waktu yang kutahu cukup padat sebagai pemimpin
bangsa.
Harapku satu..semoga Indonesia di bawah kendalimu akan menjadi lebih baik.
Harapku satu..semoga Indonesia di bawah kendalimu akan menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar