Kanker
payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara. Jaringan payudara
tersebut terdiri dari kelenjar susu, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang
payudara. Kanker payudara menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk
menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tidak terkendali (Mardiana, 2007).
Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk bejolan di payudara. Jika benjolan kanker itu tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bisa menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bisa terjadi pada kelenjar getah bening (limfe) ketiak ataupun di atas tulang belikat. Selain itu sel-sel kanker bisa bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, dan bawah kulit (Tapan, 2005).
Etiologi
Etiologi
dari kanker payudara belum diketahui secara spesifik,
namun ada faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker payudara.
Faktor Resiko
} Usia
penyakit ini lebih sering terjadi
pada perempuan berusia diatas 50 tahun dan jarang terjadi pada perempuan
sebelum menopause. Hampir 80% pada diagnosis awal kasus penyebaran sel kanker
payudara terjadi pada perempuan di atas usia 50 tahun atau lebih, menurut the American
Cancer Society (ACS)
} Riwayat Keluarga
Memiliki ibu atau saudara permpuan
yg terkena kanker payudara atau kanker indung telur dapat meningatkan resiko.
Risiko akan lebih tinggi ketika kanker payudara dialami anggota keluarga
langsung (ibu, saudara perempuan, maupun anak perempuan), apalagi jika kanker
tersebut menyerang saat mereka di bawah usia 50 tahun.
} Terbukti positif terkait dengan mutasi gen
BRCA 1 atau BRCA 2
Kondisi ini secara signifikan
meningkatkan peluang perempuan atau pria terkena kanker payudara. Bagi
perempuan yang mengidap gen ini, mempunyai 80% peluang terserang kanker
payudara, menurut ACS. Penelitian terbaru, telah ditemukan gen lainnya dan
mutasi gen yang mungkin berhubungan dengan kanker payudara. Beberapa penelitian
telah menunjukkan hampir 200 mutasi gen yang bisa menyebabkan kanker payudara.
} Riwayat Kesehatan Sebelumnya mengenai
kondisi payudara
Hal ini termasuk divonis kanker
payudara atau terkena proliferative breast disease (PBD). Kendati diketahui
kondisinya jinak, PBD juga beresiko cukup tinggi berkembang menjadi kanker
payudara. Dan lagi, setelah menjalani biopsi sebelumnya untuk mengangkat tumor
mencurigakan yang ternyata jinak, bisa juga meningkatkan sedikit risiko kanker
payudara.
} Keturunan Yahudi Ashkenazi
Populasi ini memiliki cukup banyak
keturunan yang terkena kanker payudara.
} Ras
Kanker payudara lebih umum terjadi
pada perempuan berkulit putih, ketimbang ras lainnya, seperti Latin, Asia, atau
Afro-american.
} Terkena Radiasi Pada Dada
Untuk pasien yg dirawat untuk
mengatasi Hodgkin’s lymphoma dengan radiasi pada bagian dada sebelum usia 30
tahun, peluang untuk berkembang menjadi kanker payudara juga besar ketimbang
perempuan yang tidak menjalani perawatan ini.
} Penggunaan Hormon
Terapi Sulih Hormon (umumnya dilakukan
untuk mengatasi gejala-gejala menapouse) atau eksposur lain terhadap estrogen
atau progesteron meningkatkan risiko pada perempuan. Tipe kanker payudara
tertentu bisa berkembang akibat pemakaian hormon tersebut. Risiko tergantung
dari masa panjangnya pemakaian hormon. Semakin lama pemakaian, risiko semakin
tinggi.
} Kepadatan Payudara
Perempuan yang kandungan lemak dalam
tubuhnya sedikit, payudaranya padat, ternyata bisa meningkatkan npeluang
terkena kanker payudara. Payudara cenderung lebih padat seiring pertambahan
usia.
} Riwayat Kesehatan Reproduksi
Perempuan yg melahirkan anak dibawah
usia 30 tahun mempunyai mempunyai risiko lebih rendah mengalami kanker payudara
dibandingkan perempuan yang melahirkan anak setelah 30 tahun atau tidak
memiliki anak sama sekali.
} Riwayat Haid
Perempuan yg pertama kali mengalami
haid lebih awal (sebelum usia 12 tahun) atau mengalami menopouse setelah usia
55 tahun memiliki tingkat risiko kanker payudara yang tinggi.
} Terpapar Oleh DES (diethylstilbestrol)
Estrogen sintesis sudah diberikan
sejak 1940an hingga awal 1970an untuk perempuan hamil. Sayangnya, DES dipercaya
dapat meningkatkan risiko kanker secara perlahan. Selama bertahun – tahun, DES
bisa mengakibatkan kanker vagina (jarang terjadi) atau kanker serviks. Penelitian
baru menunjukkan bahwa anak perempuan terpapar DES selama dalam kandungan juga
berisiko tinggi terkena kanker payudara.
} Obesitas Setelah Menopause
Permpuan yg berat badannya melonjak
secara signifikan memliki estrogen lebih banyak dalam tubuhnya, karena beberapa
hormon terbuat dari jaringan lemak. Ketika jumlah estrogen melonjak, risiko
kanker payudara juga meningkat.
} Diet
Beberapa penelitian besar telah
menunjukkan perempuan yg menjalani diet rendah lemak berisiko rendah mengalami
kanker payudara. Diet ini juga dianjurkan pada penderita kanker yang bisa
sembuh. Sebab, perempuan yg hobi mengonsumsi makanan yang kaya lemak, sel
kankernya bisa tumbuh kembali.
} Malas Bergerak
Perempuan yg secara fisik tidak
aktif, mempunyai risiko tinggi terkena kanker payudara. Hal ini dapat terjadi
karena gaya hidup tidak aktif bergerak bisa berujung pada obesitas, yang juga
merupakan faktor risiko terkena kanker
payudara.
} Konsumsi Alkohol
Beberapa penelitian telah
menyimpulkan, bahwa semakin banyak alkohol yg dikonsumsi perempuan, risiko
terkena kanker payudara lebih besar. Analisis dari penelitian menyarankan agar
membatasi asupan alkohol perhari (min 2 gelas) sehingga dapat mengurangi
risioko kanker payudara sebanyak 21%. Risiko akibat konsumsi alkohol ini
terjadi karena alkohol bisa meningkatkan jumlah hormon.
} Merokok
Merokok secara signifikan
meningkatkan risiko berkembangnya penyaki ini, terutama bagi perempuan yg
memiliki riwayat keluarga mengidap kanker payudara.
Klasifikasi Histopatologi
Karsinoma Payudara (WHO)
- Karsinoma Noninvasif (in situ)
Karsinoma intraduktus
Karsinoma intralobuler
- Karsinoma Invasif
Karsinoma duktus invasif
Karsinoma duktus invasif
dg predominan komponen intraduktus
Karsinoma lobuler
invasif
Karsinoma Tubuler
Karsinoma Meduler
Karsinoma Papiler
Karsinoma Mukoid
Karsinoma adenoid kistik
Karsinoma apokrin
Karsinoma Sel Skuamos
- Karsinoma Paget
} Klasifikasi menurut Smeltzer, 2002
- Karsinoma duktal menginfiltrasi, adalah tipe histologis yang paling umum, merupakan 75% dari semua jenis kanker payudara. Kanker ini sangat jelas karena keras saat dipalpasi. Biasanya bermetastasis ke nodus aksila, prognosisnya lebih buruk dari pada kanker jenis lainnya.
- Karsinoma lobular menginfiltrasi, jarang terjadi, 5% sampai 10% kanker payudara. Tipe ini umumnya multisentris, dengan demikian dapat terjadi beberapa penebalan beberapa area pada sala satu atau kedua payudara.
- Karsinoma medular, menempati sekitar 6% dari kanker payudara dan tumbuh dalam kapsul di dalam duktus.
- Kanker musinus menempati 3% dari kanker payudara. Penghasil lendir, juga tumbuh dengan lambat sehingga kanker ini mempunyai prognosis yang lebih baik.
- Kanker duktal-tubular jarang terjadi, sekitar 2% dari kanker payudara.
- Karsinoma inflamatori menimbulkan gejala nyeri tekan dan sangat nyeri, payudara akan keras dan membesar, kuit diatas tumor merah dan agak hitam, sering terjadi edema dan retraksi puting susu.
- Karsinoma payudara in situ
Patofisiologi
Kanker
payudara adalah penyakit yang terjadi jika terjadi kerusakan genetik pada DNA
dari sel epitel payudara. Ada banyak jenis dari kanker payudara. Perubahan
genetik ditemukan pada sel epitel, menjalar ke duktus atau jaringan lobular.
Tingkat dari pertumbuhan kanker tergantung pada efek dari estrogen dan
progesteron. Kanker dapat berupa invasif (infiltrasi) maupun noninvasif (in
situ). Kanker payudara invasif atau infiltrasi dapat berkembang ke dinding
duktus dan jaringan sekitar, sejauh ini kanker yang banyak terjadi adalah
invasif duktus karsinoma. Duktus karsinoma berasal dari duktus lactiferous dan
bentuknya seperti tentakel yang menyerang struktur payudara di sekitarnya.
Tumornya biasanya unilateral, tidak bisa digambarkan, padat, non mobile, dan
nontender. Lobular karsinoma berasal dari lobus payudara. Biasanya bilateral
dan tidak teraba. Nipple karsinoma (paget’s disease) berasal dari puting.
Biasanya terjadi dengan invasif duktal karsinoma. Perdarahan, berdarah, dan
terjadi pengerasan puting (Lowdermilk et al 2000).
Kanker payudara dapat menyerang jaringan sekitar sehingga mempunyai tentakel. Pola pertumbuhan invasif dapat menghasilkan tumor irregular yang bisa terapa saat palpasi. Pada saat tumor berkembang, terjadi fibrosis di sekitarnya dan memendekkan Cooper’s ligamen. Saat Cooper’s ligamen memendek, mengakibatkan terjadinya peau d’orange (kulit berwarna orange) perubahan kulit dan edema berhubungan dengan kanker payudara. Jika kanker payudara menyerang duktus limpatik, tumor dapat berkembang di nodus limpa, biasanya menyerang nodus limpa axila. Tumor bisa merusak lapisan kulit, menyebabkan ulserasi. Metastasis diakibatkan oleh kanker payudara yang menempati darah dan sistem lympa, menyebabkan perkembangan tumor di tulang, paru-paru, otak, dan hati (Lowdermilk et al 2000, Swart 2011)
Patogenesis
} Perubahan genetik
Mutasi yg mempengaruhi protoonkogen
dan gen penekan tumor di epitel payudara ikut serta dalam proses transformasi
onkogenik. Dalam transformasi berangkai sel epitel normal menjadi sel kanker,
kemungkinan besar terjadi banyak mutasi didapat.
} Faktor Lingkungan
Pengaruh
lingkungan diisyaratkan oleh insidensi kanker payudara yg berbeda-beda dalam
kelompok yg secara genetis homogen dan perbedaan geografik dalam prevalensi.
Faktor lingkungan yg lain adalah iradiasi dan estrogen eksogen.
} Pengaruh hormon
Kelebihan estrogen endogen atau
ketidakseimbangan hormon, jelas berperan penting. Banyak faktor risiko yg telah
disebutkan mengisyaratkan peningkatan pajanan ke kadar estrogen yg tinggi saat
daur haid. Tumor ovarium fungsional yg mengeluarkan estrogen dilaporkan
berkaitan dg kanker payudara pada perempuan pasca menopause. Estrogen
merangsang pembentukan faktor pertumbuhan oleh sel epitel payudara normal dan
oleh sel kanker.
Tahapan
Kanker Payudara
} Tahap I
terdiri atas tumor yang kurang dari 2 cm,
tidak mengenai nodus limfe, dan tidak terdeteksi adanya metastasis
} Tahap II
terdiri atas tumor yang lebih besar dari 2
cm tetapi kurang dari 5 cm, dengan nodus limfe tidak terfiksasi negatif atau
positif, dan tidak terdeteksi adanya metastasis
} Tahap III
terdiri atas tumor yang lebih besar dari 5
cm dengan nodus limfe terfiksasi positif dalam area klavikular, dan tanpa bukti
adanya metastasis
} Tahap IV
terdiri atas tumor dan dalam berbagai
ukuran dengan nodus limfe normal atau ksnkerosa, dan adanya metastasis jauh
(Smeltzer, 2002).
Epidemiologi
} Pd umumnya negara maju> berkembang, yg
dikaitkan dengan tingkat sosial dan gaya hidup yg berbeda antar negara.
} Berdasarkan data Globocan (IARC) 2002,
kanker payudara menempati urutan pertama dari seluruh kanker pd perempuan (Incident
rate 38/100.000 perempuan).
} Menurut WHO, setiap tahun jumlah penderita
kanker payudara bertambah 7 juta.
} Survey terakhir di dunia tahun 2008,
menunjukkan tiap 3 menit ditemukan penderita kanker payudara dan setiap 11
menit ditemukan seorang perempuan meninggal akibat kanker.
} Insiden kanker payudara didunia relatif
tinggi, dilaporkan kejadian kanker payudara adalah 20% dari seluruh keganasan.
Angka prevalensi kanker payudara yang tercatat di USA menempati urutan
tertinggi pada perempuan.
} Tahun 2008 diperkirakan 1 dari 8 wanita
menderita kanker payudara dan 1 dari 33 wanita meninggal oleh kanker payudara
di USA.
} Kejadian kanker payudara di Asia Tenggara
sebanyak 55.097 kasus dan angka kematian sebanyak 24.961 kasus (Ferlay dkk,
2000).
} Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah
Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien
rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), dengan angka kejadian atau
prevalensi sebesar 26 per 100.000 perempuan. Sehingga, Kanker payudara sedang
mengancam perempuan.
} Jumlah penderita kanker payudara pada tahun
2008, penderita tertinggi berada di DKI Jakarta berjumlah 1200 lebih, disusul
Jawa Tengah dan Provinsi-provinsi di pulau Jawa .
} Di Semarang tahun 2007, ditemukan kasus
kanker payudara sebanyak 769 kasus atau 19,26% dari seluruh kasus tumor ganas
payudara di Jawa tengah. Insiden Puncak pada kelompok Umur 45-54 tahun.
} 60% kejadian kanker payudara pada umur 60
tahun, dan 75% diatas 60 tahun.
} Jumlah penderita kanker payudara pada tahun
2008, penderita tertinggi berada di DKI Jakarta berjumlah 1200 lebih, disusul
Jawa Tengah dan Provinsi-provinsi di pulau Jawa .
} Di Semarang tahun 2007, ditemukan kasus
kanker payudara sebanyak 769 kasus atau 19,26% dari seluruh kasus tumor ganas
payudara di Jawa tengah. Insiden Puncak pada kelompok Umur 45-54 tahun.
Mengapa angka kematian akibat
kanker payudara payudara masih tinggi???
Hal
ini dikarenakan beberapa hal, antara lain:
1. Keterlambatan diagnosis
2. Keterlambatan pengobatan
3. Kematian biasanya tidak langsung disebabkan
oleh kanker payudara sendiri karena kanker ini mempunyai metastasis yang cepat
dan jauh.
Gejala Ca Mamae
•
Perubahan
rasa pada payudara atau puting susu.
•
Puting
susu menjadi kaku.
•
Perubahan
warna kulit payudara, aerola payudara atau puting susu menjadi pucat, merah
atau bengkak.
•
Benjolan
yg tidak hilang, tidak sakit, terasa keras, dan akan semakin tumbuh. Benjolan
yang tumbuh dapat berupa kubis dan mudah berdarah.
•
Ada
rasa nyeri/ sakit pd payudara.
•
Perubahan
ukuran payudara.
•
Timbul
luka pada payudara yg tak kunjung sembuh.
•
Puting
tertarik kedalam.
•
Kulit
payudara berkerut seperti kulit jeruk.
•
Terkdang
keluar cairan, darah merah, kehitam-hitaman, atau nanah dari puting.
Pemeriksaan
penunjang
Deteksi
awal dilakukan untuk mencegah perkembangan kanker payudara. Tumor payudara yang
lebih kecilk lebih mudah diobati bila terdeteksi dan prognosisnya lebih baik.
Pemeriksaan untk mendetaksi kanker payudara antara lain: (Breast Health UK
2010, Swart 2011).
a. Pemeriksaan payudara sendiri
Pemeriksaan
payudara sendiri dan pemeriksaan payudara klinis adalah prosedur murah dan
tidak invasif untuk pemeriksaan payudara. Apabila ditemukan indikasi yang
abnormal, yaitu benjolan atau penebalan pada jaringan payudara, sakit pada
salah satu payudara atau pada ketiak. Satu payudara menjadi lebih besar atau
lebih rendah, puting tertarik ke dalam atau berubah posisi, perubahan kulit
(mengkerut), bengkak di bawah ketiak ayau tulang selangka, ruam pada atau
sekitar kulit. Jika ada tanda-tanda tersebut harus dilakukan tiga pengkajian,
yaitu pemeriksaan klinis payudara, mammografi atau ultrasonografi, dan biopsi
b. Mammografi
Mamografi
menggunakan sinar x dosis rendah untuk membuat gambaran rinci dari payudara.
Mammografi bisa mendeteksi kanker payudara pada tahap awal, bisa menunjukkan
lesi yang tidak bisa dideteksi dengan pemeriksaan payudara klinis. Ada 2 dua
jenis pemeriksaan mamografi, skrining dan diagnostik. Skrining payudara
dilakukan pada wanita tanpa gejala misalnya ketika ada benjolan pada payudara
atau putting discharge ditemukan ada pemeriksaan payudara sendiri atau kelainan
yang ditemukan selama skrining mamografi. Wanita dengan implan payudara atau
riwayat penyakit kanker payudara menggunakan diagnostik mamografi.
c.MRI
MRI digunakan untuk beberapa kasus, yaitu : kasus kanker payudara dengan hasil mammografi negatif, untuk mengetahui ukuran tumor dalam kanker lobular invasif, untuk memantau respon kanker payudara terhadap terapi preoreratif, ada kejanggalan antara penilaian pengkajian awal terhadap gumpalan di payudara.
MRI digunakan untuk beberapa kasus, yaitu : kasus kanker payudara dengan hasil mammografi negatif, untuk mengetahui ukuran tumor dalam kanker lobular invasif, untuk memantau respon kanker payudara terhadap terapi preoreratif, ada kejanggalan antara penilaian pengkajian awal terhadap gumpalan di payudara.
d. Infra merah digital
e. Positron Emision Tomography Scanning
PET scanning digunakan untuk
mengidentifikasi metastasis kelenjar getah bening nonaxilary untuk kanker
payudara stadium lanjut dan kanker payudara inflamatory sebelum memulai terapi
non adjuvant.
f. Tes Genetik
Penyebab utama dari pewarisan kanker
payudara adalah mutasi dari gen BRCA1 atau BRCA2, yang merupakan faktor resiko
dari pengembangan penyakit lain. Akan tetapi gen ini sangat jarang ditemukan
pada populasi wanita dengan kanker payudara. Tes ini sudah dilakukan di Amerika
Serikat.
Pencegahan
a)
Pencegahan
Premordial
1. Adanya
kebijakan dengan menyediakan sarana olahraga.
2. Kebijakan
pemerintah bagi industri rokok untuk memberi peringatan berbahaya pada setiap bungkus rokok.
3. Kebijakan mewajibkan pemberian ASI pada
bayi.
4. Kebijakan menyediakan layanan mammografi
gratis untuk yang berusia > 40 tahun di tiap RS.
b.)
Pencegahan Primer
1. Health Promotion:
•
melakukan penyuluhan mengenai faktor2 risiko kanker payudara.
•
Pilih
makanan yang rendah lemak.
•
Kurangi
makanan bergaram.
•
Mengganti
alat kontrasepsi minimal tiap 4 tahun.
•
Berolahraga
- Spesific Protection:
รจ
2
macam obt yg dapat mengurangi resiko kanker payudara, yaitu tamoxifen dan
raloxifen. Keduanya adalah anti-esterogen di dlm jaringan payudara.
c.)
Pencegahan Sekunder
1.
Early Diagnosis (Pencegahan Sekunder)
·
SADARI
(Pemeriksaan Payudara Sendiri)
•
jika
dilakukan secara rutin, kanker dapat diketahui pd stadium dini
•
Dalam
waktu yg sama dalam sebulan
•
Waktu
yg tepat 7-10 hari sesudah hari 1 menstruasi bg wanita menstruasi
•
Bagi
wanita menopause dapat kapan saja
•
Mammografi
•
Digunakan
sinar X dosis rendah untuk menemukan daerah yg abnormal pd payudara.
•
Para
ahli menganjurkan kepada setiap wanita yg berusia diatas 40 tahun untuk melakukan
mammogram secara rutin 1-2 tahun dan pd usia 50 tahun, sekali/tahun
•
USG
payudara
•
USG
digunakan untuk membedakan kista (kantung berisi cairan) dengan benjolan
padat
•
Termografi
•
Digunakan
suhu untuk menemukan kelainan pada payudara.
2.
Prompt Treathment (Pencegahan Sekunder)
v
Pembedahan/Pengangkatan, ada 2:
1. Mastektomi (pengangkatan
seluruh payudara), diantaranya
a.
mastektomi
simplek (seluruh jaringan diangkat tetapi otot dibawah payudara tetap utuh dan
disisakan kulit yang cukup untuk menutup bekas luka),
b.
modifikasi
mastektomi radikal (seluruh
jaringan payudara diangkat dg menyisakan otot dan kulit, disertai pengngkatan
kelenjar getah bening ketiak),
c.
mastektomi
radikal (seluruh payudara,
otot dada dan jaringan lainnya).
2. Breast-conserving (hanya mengangkat tumor atau jaringan
normal disekitarnya), diantaranya
a.
Lumpektomi
(sejumlah kecil jaringan),
b. eksis luas/ mastektomi parsial (sejumlah besar jaringan),
c. kuadrantektomi (1/4 bagian payudara).
v
Terapi
penyinaran: dilakukan
setelah penbedahan, digunakan untuk membunuh sel2 kanker di tempat pengangkatan
tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.
v
Kemoterapi: kombinasi obat-obatan unt membunuh sel2
yang berkembangbiak dengan cepat, biasanya dilakukan setelah pembedahan. Misal:
cyclophosphamide, dexorubicin, paclitaxel, dosetaxel, vinorelbin dan mitomycin
C.
v
Obat
penghambat hormon: obat
yang mempengaruhi kerja hormon yg menyokong pertumbuhan sel kanker, digunakan
untuk menekan pertumbuhan sel kanker diseluruh tubuh. Misal: amino glutetimid,
hydrocortisone (suatu hormon steroid) biasanya diberikan bersamaan.
v
Tamoxifen banyak digunakan untuk mencegah kekambuhan
pd penderita yg telah menjalani pengobatan kanker
d.) Pencegahan Tersier
1.
Rehabilitiasi
terhadap penderita kanker payudara pasca operasi.
2. Peningkatan
perilaku hidup sehat dan kewaspadaan pada penderita yang pernah mengalami
kanker payudara agar payudara di sisi lain tidak mengalami kanker payudara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar