Sabtu, 11 Mei 2013

Epidemiologi Merokok



·         Rokok adalah silinder dari keras berukuran panjang antara 70-120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.


       Ada dua jenis rokok:
  1. Rokok filter
  2. Rokok tidak berfilter
  • Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungi menyaring nikotin.

Zat yang Terkandung dalam Rokok
       Nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benmzen, metanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortrokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok.
       Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang sering terjadi yang disebabkan oleh plak bakteri dan faktor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi
       Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar.
       CO merusak dinding arteri yang pada akhirnya dapat menyebabkan atherosklerosis dan penyakit jantung koroner. CO juga merusak bayi dalam kandungan.
       Komponen gas asap rokok adalah CO, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, formaldehid. Partikelnya berupa tar, nikotin, indol, karbarzol, dan kresol. Zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker.

Bagaimana Dampak Rokok Terhadap Kesehatan???
Merokok dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, antara lain:
       Impotensi
       Penyakit paru-paru meliputi :
      Kanker paru
      Bronkitis kronis
      Anfisema
      Neumonia
       Diabetes mellitus
      Kebutaan
       Kanker ginjal
       PJK (penyakit jantung koroner) dan stroke
       Kerontokan rambut
       Penyakit pada mulut, laring dan esofagus
       Kanker payudara
       Kanker kandung kemih
       Kanker serviks
       kanker pencernaan
       Aterosklerosis
       Penyakit paru obstruktif kronis
       Gangguan pada ibu hamil (keguguran janin, kematian janin, perdarahan dari uri(abruption placenta), berat badan berkurang 20-30%)
       Gangguan pada janin : merokok selama kehamilan menyebabkan pertumbuhan janin lambat dan dapat meningkatkan resiko BBLR.
       Gangguan pada Bayi : masalah dan penyakit pernafasan, menganggu perkembangan kecerdasan, kanker otak, cepat lelah, sindrom kematian secara mendadak.

Siapakah yang disebut sebagai Perokok Pasif??
       Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok. Akibatnya lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.
       Zat yang terkandung dalam asap rokok yang dihisap perokok pasif adalah : 2 kali lebih banyak nikotin, 5 kali lebih banyak karbon monoksida, 3 kali lebih banyak tar, 50 kali lebih zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Penyakit-penyakit yang dapat timbul karena menjadi perokok pasif, diantaranya :
       Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung
       Pada janin, bayi dan anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita kejadian berat badan lahir rendah, bronchitis dan pneumonia, infeksi rongga telinga dan asthma.
       Masalah pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronkitis, Bersin, batuk-batuk, dan Sakit kerongkongan
       Sakit atau pedih mata
       Sakit kepala

Pada orang dewasa:
       Efek terhadap Otak dan Kejiwaan, Stroke
       Rambut berbau tidak sedap
       Mata berair, kebutaan
       Iritasi hidung
       Kanker paru, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Asthma, Emphysema
       Penyumbatan Pembuluh Arteri, Serangan jantung, Angina
       Pada wanita hamil; Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), keguguran spontan, lahir mati, komplikasi saat melahirkan.

Pada Anak-anak:
       Rambut berbau tidak sedap
       Berhubungan dengan tumor otak, yang berefek jangka panjang, dan berpengaruh terhadap kejiwaan
       Mata berair, kebutaan
       Otitis Media Kronik
       Pneumonia, Asthma, gejala saluran pernafasan kronik, dan penurunan fungsi paru
       Menurunnya penyerapan oksigen
       Meningkatnya penyerapan nikotin
       Berhubungan dengan limfoma (kanker kelenjar getah bening)

Kerugian Ekonomi Akibat Rokok
Dalam kaitan dengan konsumsi produk tembakau, kerugian ekonomis dihitung dari belanja mubadzir, yaitu belanja rokok yang tidak memberikan mantaaf bagi tubuh kecuali ilusi dan kenikmatan semu. Merokok justru menjadikan tubuh beresiko terserang berbagai penyakit yang membuat kita harus mengeluarkan uang untuk berobat Uang yang dihabiskan untuk biaya membeli rokok dan berobat merupakan kerugian ekonomis merokok secara langsung. Selanjutkan ketika kita sakit akibat merokok dan tidak dapat bekerja, hal ini disebut dengan kerugian ekonomis secara tidak langsung.
       Kerugian ekonomi akibat rokok pada individu dan keluarga adalah pengeluaran kebutuhan bertambah, sehingga dapat mengurangi kuantitas dan kualitas kebutuhan rokok yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan keluarga khususnya dalam pemenuhan gizi keluarga akibat daya beli pangan yang rendah, misalnya pada keluarga dengan kepala keluarga bapak aktif, maka jumlah penghasilan yang diperoleh berkurang untuk membeli rokok.
       Selain itu dalam rumah tangga mengeluarkan biaya yang lebih banyak untuk membeli rokok sehingga kebutuhan lainnya terkalahkan, misalkan untuk biaya pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar