Selasa, 14 Mei 2013

Herpes Genitalis



Apa yang dimaksud dengan Herpes Genitalis??
Herpes Genitalis, umumnya disebut “herpes” adalah infeksi virus oleh herpes simplex virus (HVS) yang ditularkan melalui kontak intim dengan lapisan – lapisan yang ditutupi lendir dari mulut atau vagina atau kulit genital dengan gejala khas berupa vesikel yang berkelompok dengan dasar eritema dan bersifat rekurens

Etiologi
       Herpes genital disebabkan oleh Herpes simplex virus (HVS) atau Herpes virus hominis (HVH), UNNA (1883) pertama kali mengetahui bahwa penyakit ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual
       Sedangkan SHARLITT (1940) membedakan :
a)      HSV tipe 1 (HSV – 1)
b)      HVS tipe 2 (HSV – 2)
·           Umumnya, penyebab yang sering dijumpai adalah HSV – 2, namun walaupun demikian juga dapat disebabkan oleh HSV – 1 (± 16,1%) akibat hubungan kelamin secara orogenital atau penularan melalui tangan.


Patogenesis
Bila seorang terpajan HSV, maka infeksi dapat berbentuk :
1)         Episode I infeksi primer (inisial)
è Virus yang berasal dari luar masuk ke dalam tubuh hospes. Kemudaian terjadi penggabungan dengan DNA hospes di dalam tubuh hospes tersebut dan mengadakan multiplikasi/replikasi serta menimbulkan kelainan pada kulit.
è Waktu hospes sendiri belum ada antibodi spesifik, ini bisa mengakibatkan timbulnya lesi pada daerah yang luas denga gejala konstitusi berat. Selanjutnya, virus menjalar melalui serabut saraf sensorik ke ganglion saraf regional (ganglion sakralis) dan berdiam disana serta bersifat laten.
è Infeksi primer biasanya terjadi seminggu setelah hubungan seksual (termasuk hubungan oral atau anal). Tetapi lebih banyak terjadi setelah interval yang lama dan biasanya setengah dari kasus tidak menampakkan gejala.
2)         Episode I non infeksi primer
è Pada fase ini, infeksi sudah lama berlangsung tetapi belum menimbulkan gejala klinis, tubuh sudah membentuk zat anti sehingga pada waktu terjadinya fase ini kelainan yang timbul tidak seberat fase episode 1 dengan infeksi primer.
3)         Infeksi rekurens
è  Infeksi ini terjadi apabila terdapat faktor pencetus (trigger factor), virus akan mengalami reaktivasi dan multiplikasi kembali. Pada saat ini di dalam tubuh hospes sudah ada antibodi spesifik sehingga kelainan yang timbul dan tidak seberat pada waktu infeksi primer.
è  Trigger factor tersebut antara lain :
a)      Trauma
b)      koitus yang berlebihan
c)       demam, gangguan pencernaan
d)      stres (emosi)
e)      Kelelahan
f)       makanan yang merangsang,
g)      Alkohol
h)      obat – obatan (imunosupresif),
i)        kortikostreroid, dan pada bebrapa kasus sukar diketahui dengan jelas penyebabnya

4)         Asimtomatik atau tidak terjadi terjadi infeksi sama sekali. 

                      Gejala dan Manfestasi Klinis
ü  Manifesasi klinik dapat dipengaruhi oleh faktor hospes, pajanan HSV sebelumnya, tempat infeksi, status imunitas hospes, episode terdahulu dan tipe virus. Masa inkubasi umumnya berkisar antara 3-7 hari,tetapi dapat lebih lama.
ü  Gejala yang bersifat berat didahului rasa terbakar, gatal di daerah lesi yang terjadi beberapa jam sebelum timbulnya lesi.
ü  Setelah lesi timbul dapat disertai gejala seperti malasiae, demam dan nyeri otot.
Lesi pada kulit berbentuk vesikel yang berkelompok dengan dasar eritem. Vesikel ini mudah pecah dan menimbulkan erosi multiple
ü  Pada infeksi inisial gejalanya lebih berat dan berlangsung lebih lama. Kelenjar limfe regional dapat membesar dan nyeri pada perabaan. Infeksi di daerah serviks, dapat menyebabkan beberapa perubahan termasuk peradsangan difus,ulkus multiple sampai terjadinya ulkus yang besar dan nekrotik. Tetapi juga bisa tanpa ada gejala. Penyembuhan memerlukan waktu yang cukup lama, dapat 2-4 minggu. Sedangkan pada serangan berikutnya penyembuhan akan lebih cepat.
ü  Infeksi inisial dan rekurensi selain disertai gejala klinis dapat juga tanpa gejala. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya antibodi terhadap HSV-2 pada orang yang tidak ada riwayat penyakit herpes genetalis sebelumnya. Adanya antibodi terhadap HSV-1 menyebabkan infeksi HSV – lebih ringan.
ü  Tempat  pada pria biasanya di preputium, glans penis, batang penis, dapat juga di uretra dan daerah anal, sedangkan daerah skroktum jarang terkena.
ü  Lesi pada wanita dapat ditemukan di daerah labia major/minor,klitoris, introitus vaginae, serviks.

Penatalaksanaan
1)      Tindakan Profilaksin
  1. Penderita diberi pemahaman ttg sifat penyakit yg dpt menular
  2. Proteksi diri (busa spermisidal dan kondom)
  3. Menghindari faktor2 pencetus
  4. Kobsultasi psikiatrik
2)    Pengobatan non spesifik
  1. Pemberian analgetika, antipiretik & atipruritus disesuaikan dg kebthan
  2. Pemberian zat – zat pengering yg antiseptik
  3. Antibiotika atau kotrimoksasol mencegah infeksi sekunder


3)    Pengobatan Spesifik
  1. Asiklovir à bekerja hanya pada sel-sel yg terkena virus
  2. Valasiklovir à efek samping nyeri kepala & mual
  3. Famsiklovir à menghambat sintesis DNA
  4. Konsultasi psikiatrik

Pencegahan
a.)    Pencegahan Primordial
ü  Tidak melakukan free sex
ü  Tidak berganti – ganti pasangan
ü  Menjaga kebersihan organ genital
ü  Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
b.)    Pencegahan Primer
ü  Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi
ü  Pendidikan kesehatan reproduksi melalui pendidikan formal
c.)       Pencegahan Sekunder
ü  Diagnosis dini melalui screening
ü  Pengobatan pada penderita
d.)    Pencegahan Tersier
Rehabilitasi dan perawatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar