Duhai
engkau yang masih dirahasiakan olehNya..kau sedang apa kini? Apa kabarkah
dirimu?
Apakah
kau juga memikirkanku malam ini?
Aku
bukan tak pernah nakal saat remaja, aku pun pernah alfa dari kebaikan dan
mengabaikan keberadaanmu..mencoba menjalin cinta yang tak seharusnya. Aku pun
pernah sakit hati karena melanggar takdirNya, mencoba mematik api dalam
hubungan cinta terlarang sebagai muslimah. Aku lupa bahwa kau sudah disiapkan
saat Dia meniupkan ruh dalam diriku kala masih dalam kandungan mama terkasih.
Duhai
engkau yang masih menjadi rahasiaNya..bolehkah aku mensyaratkan kebaikan dalam
rapalan mantra suci Al furqan padamu? Agar nanti kau bisa ajarkan anak-anak kita
perbedaan antara yang baik dan yang bathil dengan panduan Al Qur’anul kariim.. Aku ingin sekali
melahirkan hafiz qur’an dari rahimku, dan kaulah pengajar si kecil
kepunyaan kita itu..guru terbaik untuknya.
Bolehkah
aku memintamu untuk jujur selalu? Agar kau bisa ajarkan anak-anak kita tentang
kebenaran dunia..agar nanti kita bisa bersama-sama membangun istana di surga untuk keluarga
kita. Sebagaimana dikatakan Sayidina Ali bin Abi Thalib
bahwa “orang
yang jujur akan mendapatkan kepercayaan, cinta, dan kehormatan”. Ini
jugalah hal yang aku pilih sebagai prinsip hidup utamaku, semoga kau pun
sepakat
denganku.
Tapi
duhai engkau calon suami yang masih menjadi rahasiaNya..jangan kau tempatkan
aku di sisi yang lebih unggul dari ibumu..tempatkan kami berdampingan, dan
tolong jagalah hatiku yang seringkali terpatik cemburu. Tahukah kau kenapa aku
begini? karena akupun akan menempatkan ibuku dalam hatiku tanpa bisa kau
saingi. Kalian akan jadi orang yang akan selalu aku sayangi hingga aku lelah
untuk mendetakkan jantungku..yang teristimewa setelah Allah dan rasulNya.
Duhai sang rahasia..aku terlahir sebagai putri bungsu yang dihujani kasih dan sayang, jadi maklumlah jika terkadang aku manja padamu. Tubuhku seringkali melemah, tumbang..aku harap kau bersabar merawatku saat aku sakit nanti..karena akupun tak akan membiarkanmu sakit, sayang. Semoga kau adalah seseorang yang bisa mengingatkanku bahwa kesehatan mahal harganya dan kita bisa saling menjaga.
Duhai sang rahasia..aku terlahir sebagai putri bungsu yang dihujani kasih dan sayang, jadi maklumlah jika terkadang aku manja padamu. Tubuhku seringkali melemah, tumbang..aku harap kau bersabar merawatku saat aku sakit nanti..karena akupun tak akan membiarkanmu sakit, sayang. Semoga kau adalah seseorang yang bisa mengingatkanku bahwa kesehatan mahal harganya dan kita bisa saling menjaga.
Aku
tak akan menuntut kesempurnaan darimu..karena akupun hanya wanita biasa yang
tak luput dari salah dan dosa di masa lalu, namun my boy ingatlah ini..sejak aku menuliskan ini untukmu..aku berjanji
pada diriku sendiri aku akan menjaga hati dan cintaku hanya untukmu..sampai
waktu yang tepat itu tiba. Ya, saat kau sebut namaku dalam ijab qabul..untuk
menyempurnakan agamaNya.
Sang rahasia..janganlah khawatir, aku selalu menyisihkan waktu untuk mendoakanmu menjadi pemimpin sejati, meski porsimu masih kecil di hatiku karena kau belum nyata kini. Cintaku padamu, meski tak mutlak, tetap utuh dan sempurna. Sebab ia disempurnakan oleh rasa malu. Malu pada Robb-ku jika aku masih meminta sesuatu pada sesuatu selain dariNya. Malu pada Nabiku yang dalam pikirannya hanya terpikir ummat, ummat, ummat; tak tersedia secuil hasrat cinta picisan yang mungkin, sesekali masih menghampiri makhluk sepertiku.
Sang rahasia..janganlah khawatir, aku selalu menyisihkan waktu untuk mendoakanmu menjadi pemimpin sejati, meski porsimu masih kecil di hatiku karena kau belum nyata kini. Cintaku padamu, meski tak mutlak, tetap utuh dan sempurna. Sebab ia disempurnakan oleh rasa malu. Malu pada Robb-ku jika aku masih meminta sesuatu pada sesuatu selain dariNya. Malu pada Nabiku yang dalam pikirannya hanya terpikir ummat, ummat, ummat; tak tersedia secuil hasrat cinta picisan yang mungkin, sesekali masih menghampiri makhluk sepertiku.
Bimbinglah
aku
dengan ilmu dan agamamu.. jadilah imam terbaik dalam keluarga kita yang
bisa menuntun kami menuju jannahNnya..dan percayalah sayang, aku pun
kini berusaha untuk
menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya..setiap hari. Aku pun
berharap kau melakukan hal yang sama, agar nanti kita bertemu dalam
kebaikan.
Amin.
Sekarang..tetaplah
bersabar dalam menanti, tetaplah bersabar dalam mencari, dan tetaplah bersabar
untuk tidak bermaksiat, dan tetaplah bersabar agar hati tak berkhianat., karena
aku pun menjaga hati untukmu. Tak akan ada lagi yang bisa menempati hatiku
selainmu..si jubah putih kesayangan mamaku..si manager lulusan taiwan yang
pernah menggoda hatiku..dan para baju doreng yang dibangga-banggakan
ayahku..mereka semua tak akan sebanding denganmu, engkau sang rahasia Illahi. Engkau yang kuharapkan bisa
menuntunku menuju ikatan suci untuk meraih sakinah, mawaddah, dan
warrohmah..dan tolong jagalah hubungan kita nanti dalam amanah, jadikan aku satu-satunya sebagai wujud kesetiaanmu..hingga batas
akhir aku bisa menghirup udara di Arsy-Nya ini.
-Semoga
kau dalam penjagaanNya selalu, berbalut do’a penuh cinta kasih dariku. Dari
calon istrimu, ibu putra putrimu. Salam alaikh-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar