Minggu, 27 Juli 2014

Untukmu Sang Rahasia

Duhai engkau yang masih dirahasiakan olehNya..kau sedang apa kini? Apa kabarkah dirimu?

Apakah kau  juga memikirkanku malam ini?
Aku bukan tak pernah nakal saat remaja, aku pun pernah alfa dari kebaikan dan mengabaikan keberadaanmu..mencoba menjalin cinta yang tak seharusnya. Aku pun pernah sakit hati karena melanggar takdirNya, mencoba mematik api dalam hubungan cinta terlarang sebagai muslimah. Aku lupa bahwa kau sudah disiapkan saat Dia meniupkan ruh dalam diriku kala masih dalam kandungan mama terkasih.
Duhai engkau yang masih menjadi rahasiaNya..bolehkah aku mensyaratkan kebaikan dalam rapalan mantra suci Al furqan padamu? Agar nanti kau bisa ajarkan anak-anak kita perbedaan antara yang baik dan yang bathil dengan panduan Al Qur’anul kariim.. Aku ingin sekali melahirkan hafiz qur’an dari rahimku, dan kaulah pengajar si kecil kepunyaan kita itu..guru terbaik untuknya.
Bolehkah aku memintamu untuk jujur selalu? Agar kau bisa ajarkan anak-anak kita tentang kebenaran dunia..agar nanti kita bisa bersama-sama membangun istana di surga untuk keluarga kita. Sebagaimana dikatakan Sayidina Ali bin Abi Thalib bahwa “orang yang jujur akan mendapatkan kepercayaan, cinta, dan kehormatan”. Ini jugalah hal yang aku pilih sebagai prinsip hidup utamaku, semoga kau pun sepakat denganku.
Tapi duhai engkau calon suami yang masih menjadi rahasiaNya..jangan kau tempatkan aku di sisi yang lebih unggul dari ibumu..tempatkan kami berdampingan, dan tolong jagalah hatiku yang seringkali terpatik cemburu. Tahukah kau kenapa aku begini? karena akupun akan menempatkan ibuku dalam hatiku tanpa bisa kau saingi. Kalian akan jadi orang yang akan selalu aku sayangi hingga aku lelah untuk mendetakkan jantungku..yang teristimewa setelah Allah dan rasulNya.
Duhai sang rahasia..aku terlahir sebagai putri bungsu yang dihujani kasih dan sayang, jadi maklumlah jika terkadang aku manja padamu. Tubuhku seringkali melemah, tumbang..aku harap kau bersabar merawatku saat aku sakit nanti..karena akupun tak akan membiarkanmu sakit, sayang. Semoga kau adalah seseorang yang bisa mengingatkanku bahwa kesehatan mahal harganya dan kita bisa saling menjaga.
Aku tak akan menuntut kesempurnaan darimu..karena akupun hanya wanita biasa yang tak luput dari salah dan dosa di masa lalu, namun my boy ingatlah ini..sejak aku menuliskan ini untukmu..aku berjanji pada diriku sendiri aku akan menjaga hati dan cintaku hanya untukmu..sampai waktu yang tepat itu tiba. Ya, saat kau sebut namaku dalam ijab qabul..untuk menyempurnakan agamaNya. 
Sang rahasia..janganlah khawatir, aku selalu menyisihkan waktu untuk mendoakanmu menjadi pemimpin sejati, meski porsimu masih kecil di hatiku karena kau belum nyata kini. Cintaku padamu, meski tak mutlak, tetap utuh dan sempurna. Sebab ia disempurnakan oleh rasa malu. Malu pada Robb-ku jika aku masih meminta sesuatu pada sesuatu selain dariNya. Malu pada Nabiku yang dalam pikirannya hanya terpikir ummat, ummat, ummat; tak tersedia secuil hasrat cinta picisan yang mungkin, sesekali masih menghampiri makhluk sepertiku.
Bimbinglah aku dengan ilmu dan agamamu.. jadilah imam terbaik dalam keluarga kita yang bisa menuntun kami menuju jannahNnya..dan percayalah sayang, aku pun kini berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya..setiap hari. Aku pun berharap kau melakukan hal yang sama, agar nanti kita bertemu dalam kebaikan. Amin.
Sekarang..tetaplah bersabar dalam menanti, tetaplah bersabar dalam mencari, dan tetaplah bersabar untuk tidak bermaksiat, dan tetaplah bersabar agar hati tak berkhianat., karena aku pun menjaga hati untukmu. Tak akan ada lagi yang bisa menempati hatiku selainmu..si jubah putih kesayangan mamaku..si manager lulusan taiwan yang pernah menggoda hatiku..dan para baju doreng yang dibangga-banggakan ayahku..mereka semua tak akan sebanding denganmu, engkau sang rahasia Illahi. Engkau yang kuharapkan bisa menuntunku menuju ikatan suci untuk meraih sakinah, mawaddah, dan warrohmah..dan tolong jagalah hubungan kita nanti dalam amanah, jadikan aku satu-satunya sebagai wujud kesetiaanmu..hingga batas akhir aku bisa menghirup udara di Arsy-Nya ini.

-Semoga kau dalam penjagaanNya selalu, berbalut do’a penuh cinta kasih dariku. Dari calon istrimu, ibu putra putrimu. Salam alaikh-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar