Ratusan tahun...bukan waktu yang
singkat untuk Adam dan Hawa terpisah...keduanya saling mengetahui bahwa
belahan jiwanya ada di tempat yang sama, tapi tak tau dimana..keduanya
terpisah jarak yang sangat jauh..namun, akhirnya mereka bertemu di suatu
tempat di bumi yang bernama Jabal Rahmah, Arafah (sekarang Arab Saudi).
Allah Swt menciptakan Adam untuk dijadikan sebagai Khalifah di muka bumi, mengelola bumi ini beserta segala isinya. Namun sebelum diturunkan ke bumi, ia ditempatkan di Surga. Saat masih di Surga, Allah Swt juga menciptakan seorang pasangan untuk mendampinginya yang kemudian diberi nama Hawa (QS.Al-Baqarah: 35). Sebelum diturunkan ke bumi Adam dan Hawa tergoda Iblis melanggar larangan Allah Swt dengan memakan buah Khuldi. Insiden inilah yang akhirnya menjadi sebab keduanya diturunkan ke bumi (QS.Al-Baqarah:30-39/ QS. Al-A’raf:11-25). Lalu Adam dan Hawa menyesali perbuatannya dan bertaubat (menurut riwayat, Adam dan Hawa menangis terus-menerus selama 60 tahun karena ‘terusir’ dari nikmat Surga yang tidak mereka dapatkan di bumi). Allah Yang Maha Pengampun kemudian menerima taubat keduanya lalu menunjuk Adam sebagai Rasul-Nya (QS. Thaha ayat 122).
Nabi Adam diturunkan ke bumi di pegunungan tertinggi saat itu, yang juga menjadi pegunungan tertinggi di bumi saat ini, Pegunungan Himalaya…
Nabi Adam as diturunkan ke bumi terpisah jauh dari isterinya Hawa. Menurut suatu riwayat, Nabi Adam as diturunkan di India, dalam riwayat lain disebutkan di Sri Lanka. Ada juga pendapat bahwa Nabi Adam as diturunkan di gunung tertinggi di dunia, yaitu di Gunung Everest di Himalaya. Mengenai hal ini, karena dahulu kala memang belum ada negara India, Sri Lanka maupun Himalaya, kita sebut saja daerah pengunungan tertinggi di Asia (bukankah India, Sri Lanka dan Himalaya masih termasuk wilayah Asia dan letaknya tidak begitu jauh? bisa jadi ketiga tempat ini pada jaman dulu memang masih berada dalam satu wilayah/kesatuan).
Sementara Hawa diturunkan di Jeddah, bagian dari kota Makkah (sekarang Arab Saudi). Tapi ada juga yang menyebutkan Hawa diturunkan di tempat yang sekarang bernama Irak. Bisa jadi juga kedua tempat ini, pada jaman dahulu masih merupakan satu kesatuan wilayah.
Setelah saling mencari, dengan petunjuk Allah dan bimbingan malaikat Jibril, nabi Adam dan Hawa akhirnya bertemu di Jabal Rahmah, di padang Arafah. Bayangkan,.. bagaimana haru biru dan dahsyatnya pertemuan dua insan manusia pertama yang terjadi di tempat ini. Kesepian dan kerinduan yang terpendam akhirnya terobati. Maka Jabal Rahmah di Arafah jadi tempat bersejarah. Tempat ini merupakan tempat yang istimewa bagi ummat Islam di seluruh dunia yang menunaikan haji karena di tempat inilah dilaksanakan salah satu rukun haji yakni wukuf, tidak ada haji bagi jamaah haji yang tidak melakukan wukuf. Inilah tempat untuk mengenang pertemuan Nabi Adam as dengan ibu Hawa.
So,
Jodoh ituuuu..bagian dari rezeki yg perlu diikhtiarkan dan diusahakan..dan memang benar-benar misteri kehidupan..tinggal bagaimana kita memilih prosesnya..
seperti nabi Adam dan ibu Hawa yang saling mencari..bukan hanya nabi Adam saja yang berjalan ribuan kilometer untuk bertemu belahan hatinya, tapi ibu Hawa juga..
Ngga’ percaya??kalau yang mencari hanya sang laki-laki (nabi Adam) pasti keduanya bertemu di Jeddah (tempat Hawa diturunkan pertama kali di bumi), bukan Jabal Rahmah, di padang Arafah. Meskipun jarak yang ditempuh ibu Hawa tidak sejauh yang harus dilewati nabi Adam tapi keduanya sama-sama berusaha untuk bertemu jodohnya..:)
Allah memang pembuat skenario terbaik, sutradara terbaik dalam kehidupan, tapi ingat "kita aktornya!!" performance aktorlah yang akan dilihat!!! Bisakah sang aktor berperan seperti yang diharapkan sang sutradara seperti yang tertuang di dalam skenarioNya atau tidak??
Allah memang sudah menetapkan jodoh kita di lauhl mahfudz jauh sebelum kita lahir kedunia ini
Tinggal kita yang memilih akan menjemput jodoh kita disertai keberkahan atau tidak...:)
untuk meraih keberkahan dalam ikhtiar menjemput jodoh kita harus yakin pada ketentuanNya bahwa jodoh kita tidak pernah tertukar.
" wanita-wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji,dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji(pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula),dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yg baik( pula),mereka yang dituduh itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka yang menuduhkan itu.bagi mereka ampunan dan rizky yang mulia (surga) (QS.An Nur(24):26)..^^

Allah Swt menciptakan Adam untuk dijadikan sebagai Khalifah di muka bumi, mengelola bumi ini beserta segala isinya. Namun sebelum diturunkan ke bumi, ia ditempatkan di Surga. Saat masih di Surga, Allah Swt juga menciptakan seorang pasangan untuk mendampinginya yang kemudian diberi nama Hawa (QS.Al-Baqarah: 35). Sebelum diturunkan ke bumi Adam dan Hawa tergoda Iblis melanggar larangan Allah Swt dengan memakan buah Khuldi. Insiden inilah yang akhirnya menjadi sebab keduanya diturunkan ke bumi (QS.Al-Baqarah:30-39/ QS. Al-A’raf:11-25). Lalu Adam dan Hawa menyesali perbuatannya dan bertaubat (menurut riwayat, Adam dan Hawa menangis terus-menerus selama 60 tahun karena ‘terusir’ dari nikmat Surga yang tidak mereka dapatkan di bumi). Allah Yang Maha Pengampun kemudian menerima taubat keduanya lalu menunjuk Adam sebagai Rasul-Nya (QS. Thaha ayat 122).
Nabi Adam diturunkan ke bumi di pegunungan tertinggi saat itu, yang juga menjadi pegunungan tertinggi di bumi saat ini, Pegunungan Himalaya…
Nabi Adam as diturunkan ke bumi terpisah jauh dari isterinya Hawa. Menurut suatu riwayat, Nabi Adam as diturunkan di India, dalam riwayat lain disebutkan di Sri Lanka. Ada juga pendapat bahwa Nabi Adam as diturunkan di gunung tertinggi di dunia, yaitu di Gunung Everest di Himalaya. Mengenai hal ini, karena dahulu kala memang belum ada negara India, Sri Lanka maupun Himalaya, kita sebut saja daerah pengunungan tertinggi di Asia (bukankah India, Sri Lanka dan Himalaya masih termasuk wilayah Asia dan letaknya tidak begitu jauh? bisa jadi ketiga tempat ini pada jaman dulu memang masih berada dalam satu wilayah/kesatuan).
Sementara Hawa diturunkan di Jeddah, bagian dari kota Makkah (sekarang Arab Saudi). Tapi ada juga yang menyebutkan Hawa diturunkan di tempat yang sekarang bernama Irak. Bisa jadi juga kedua tempat ini, pada jaman dahulu masih merupakan satu kesatuan wilayah.
Setelah saling mencari, dengan petunjuk Allah dan bimbingan malaikat Jibril, nabi Adam dan Hawa akhirnya bertemu di Jabal Rahmah, di padang Arafah. Bayangkan,.. bagaimana haru biru dan dahsyatnya pertemuan dua insan manusia pertama yang terjadi di tempat ini. Kesepian dan kerinduan yang terpendam akhirnya terobati. Maka Jabal Rahmah di Arafah jadi tempat bersejarah. Tempat ini merupakan tempat yang istimewa bagi ummat Islam di seluruh dunia yang menunaikan haji karena di tempat inilah dilaksanakan salah satu rukun haji yakni wukuf, tidak ada haji bagi jamaah haji yang tidak melakukan wukuf. Inilah tempat untuk mengenang pertemuan Nabi Adam as dengan ibu Hawa.
So,
Jodoh ituuuu..bagian dari rezeki yg perlu diikhtiarkan dan diusahakan..dan memang benar-benar misteri kehidupan..tinggal bagaimana kita memilih prosesnya..
seperti nabi Adam dan ibu Hawa yang saling mencari..bukan hanya nabi Adam saja yang berjalan ribuan kilometer untuk bertemu belahan hatinya, tapi ibu Hawa juga..
Ngga’ percaya??kalau yang mencari hanya sang laki-laki (nabi Adam) pasti keduanya bertemu di Jeddah (tempat Hawa diturunkan pertama kali di bumi), bukan Jabal Rahmah, di padang Arafah. Meskipun jarak yang ditempuh ibu Hawa tidak sejauh yang harus dilewati nabi Adam tapi keduanya sama-sama berusaha untuk bertemu jodohnya..:)
Allah memang pembuat skenario terbaik, sutradara terbaik dalam kehidupan, tapi ingat "kita aktornya!!" performance aktorlah yang akan dilihat!!! Bisakah sang aktor berperan seperti yang diharapkan sang sutradara seperti yang tertuang di dalam skenarioNya atau tidak??
Allah memang sudah menetapkan jodoh kita di lauhl mahfudz jauh sebelum kita lahir kedunia ini
Tinggal kita yang memilih akan menjemput jodoh kita disertai keberkahan atau tidak...:)
untuk meraih keberkahan dalam ikhtiar menjemput jodoh kita harus yakin pada ketentuanNya bahwa jodoh kita tidak pernah tertukar.
" wanita-wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji,dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji(pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula),dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yg baik( pula),mereka yang dituduh itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka yang menuduhkan itu.bagi mereka ampunan dan rizky yang mulia (surga) (QS.An Nur(24):26)..^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar