Dan damn..saat q mencari-cari alasan kenapa harus bertahan, memaafkn dan meneruskan perjalanan utk berjuangn dalam 'ibadah terpanjang' dalam kehidupan ini, jawabanku itu menjadi 'jawabanku'. Saat membaca ayat suci hati masih gundah, saat dzikir tak begitu menentramkan hati, bimbang bagaimana memulai semua untuk memberi maaf, aku lari pada rabbku..lewat sahabat. Sepandai agama yg dia punya, q percaya setiap katanya karena pasti berdasar pada Ilahi rabbi.
Aku bertanya bagaimana caranya ikhlas memaafkan karena beberapa waktu lalu sedang diuji dg sakit hati yg luar biasa. Lisan sudah bisa bilang memaafkn tpi hati masih saja panas. Ingin benar2 ikhlas biar gk jadi beban diri tpi masih panas d hati. Dan itu sangat menyiksaku.
Dengan bijak ia menjawab: kekuatan nya pada ikhtiar, pasrah sm doa..
Lebih fokus pd pembersihan hati sendiri, mbagusi prasangka dan berusaha memupuk yaqin, husnudzon sllu (prasangka baik, Allah akan mnjadikan baik), memang berat ikhlas itu, tp harus belajari terus. Kalaupun ada mulai timbul panasnya hati memang manusiawi, harus cepat sadar bahwa tak boleh kalah sama setan yg suka menggelitik utk membolak balikkan hati
🥺🥺
Ujian manusia memang brbeda2, harus kuat, karena Gusti Allah yakin kita melewati ini, bisa memaafkan..
Semuanya akan terluluhkan dengan doa.. termasuk melupakan yg tak baik, memulailah menerima dg hati yg lapang..
Kita ga bisa menuntut org lain.. Namun kita bisa melatih hati kita, karena hidup memang utk berjuang.. Cobaan bisa datang dr mana saja.. Mungkin ini pilihan Gusti Allah sebagai jalan tirakat kita
Apalagi dg posisi sebagai wanita, ibu..
Segala tidak nyaman kita, sebisa mungkin dijadikan jalan nirakati anak2 kita
Menjadi jembatan kebahagian2 yg jauh lebih mbarokahi ke depannya
Miturut dawuh sesepuh, wanita harus jembar manah e ( hatinya)."
Aku berbalas pesan baik padanya "Seseorang tak akan diuji diluar batas kemampuannya, dan tentu aku yakin diantara kesalahan pasangan tentu aku turut andil di dalamnya, akupun sebagai manusia tak luput dari dosa dan khilaf, meski aku tak tau dimana salahku"
Dia pun balas : "Betul..Konon dalam berumah tangga harus rebutan merasa salah.. Semoga dibukakan hatinya agar kembali bersama2 berjuang sakinah mawaddah rohmah maslahah dan barokah..Semoga Allah selalu melindungimu dan keluarga dari segala fitnah ibadah terlama kita (berumah tangga)..
Gusti Allah mboten sare, pasti ada hikmah.. Hanya kita yg sering tertidur, bahwa semakin tinggi pohon, angin makin kencang.. Yg perlu kita kuatkan akarnya.. akar dlm hidup manusia salah satunya mendekati yg menciptakan akar Gusti Allah, dr sholat kita, ngaji, wirid, dan segala ibadah ukhrowi kita perlahan kita perbaiki insyallah kehidupan duniawi kita akan ngetutaken baik".
"... dan orang-orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (Ali Imran: 134)
"Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. Barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai, pahalanya "ada di tangan Allah". (As Syuraa: 40)
Dengan bijak ia menjawab: kekuatan nya pada ikhtiar, pasrah sm doa..
Lebih fokus pd pembersihan hati sendiri, mbagusi prasangka dan berusaha memupuk yaqin, husnudzon sllu (prasangka baik, Allah akan mnjadikan baik), memang berat ikhlas itu, tp harus belajari terus. Kalaupun ada mulai timbul panasnya hati memang manusiawi, harus cepat sadar bahwa tak boleh kalah sama setan yg suka menggelitik utk membolak balikkan hati
🥺🥺
Ujian manusia memang brbeda2, harus kuat, karena Gusti Allah yakin kita melewati ini, bisa memaafkan..
Semuanya akan terluluhkan dengan doa.. termasuk melupakan yg tak baik, memulailah menerima dg hati yg lapang..
Kita ga bisa menuntut org lain.. Namun kita bisa melatih hati kita, karena hidup memang utk berjuang.. Cobaan bisa datang dr mana saja.. Mungkin ini pilihan Gusti Allah sebagai jalan tirakat kita
Apalagi dg posisi sebagai wanita, ibu..
Segala tidak nyaman kita, sebisa mungkin dijadikan jalan nirakati anak2 kita
Menjadi jembatan kebahagian2 yg jauh lebih mbarokahi ke depannya
Miturut dawuh sesepuh, wanita harus jembar manah e ( hatinya)."
Aku berbalas pesan baik padanya "Seseorang tak akan diuji diluar batas kemampuannya, dan tentu aku yakin diantara kesalahan pasangan tentu aku turut andil di dalamnya, akupun sebagai manusia tak luput dari dosa dan khilaf, meski aku tak tau dimana salahku"
Dia pun balas : "Betul..Konon dalam berumah tangga harus rebutan merasa salah.. Semoga dibukakan hatinya agar kembali bersama2 berjuang sakinah mawaddah rohmah maslahah dan barokah..Semoga Allah selalu melindungimu dan keluarga dari segala fitnah ibadah terlama kita (berumah tangga)..
Gusti Allah mboten sare, pasti ada hikmah.. Hanya kita yg sering tertidur, bahwa semakin tinggi pohon, angin makin kencang.. Yg perlu kita kuatkan akarnya.. akar dlm hidup manusia salah satunya mendekati yg menciptakan akar Gusti Allah, dr sholat kita, ngaji, wirid, dan segala ibadah ukhrowi kita perlahan kita perbaiki insyallah kehidupan duniawi kita akan ngetutaken baik".
"... dan orang-orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik." (Ali Imran: 134)
"Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. Barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai, pahalanya "ada di tangan Allah". (As Syuraa: 40)
Memiliki sahabat baik sepertinya adalah bentuk nikmat dariNya yg terus aku syukuri hingga detik ini, terimakasih sudah selalu ada walau raga sudah lama tak jumpa. Semoga kebaikanmu akan selalu terpupuk dan kembali sebagai ladang amalmu.
Dariku yg bangga memilikimu sbg sahabat😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar